Berita Palembang

BNI Syariah Targetkan 50 Persen Pegawai Pertamina Beralih ke Payroll Syariah

Bank BNI Syariah menargetkan hingga akhir tahun 2019 hingga separuh jumlah atau 50 persen pegawai PT Pertamina bisa memanfaatkan layanan pengelolaan

BNI Syariah Targetkan 50 Persen Pegawai  Pertamina Beralih ke Payroll Syariah
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Kegiatan Sosialisasi Perbankan Syariah di Kantor PT Pertamina MOR II, Senin (25/02/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--  Bank BNI Syariah menargetkan hingga akhir tahun 2019 hingga separuh jumlah atau 50 persen pegawai PT Pertamina bisa memanfaatkan layanan layanan pengelolaan gaji atau payroll BNI Syariah.

Pemimpin Cabang BNI Syariah Palembang, Rivelino Satya Nugraha mengatakan meski baru sekitar satu bulan lalu resmi lakukan perjanjian kerja sama dengan PT Pertamina, saat ini sudah ada peningkatan jumlah nasabah lewat bisnis payroll.

"Sebelumnya ada yang menyuarakan namun sekarang sudah ada yang beralih (hijrah) ke bank syariah karena secara sistem memang kami sudah siap. Selain itu, sudah semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk memilih lembaga keuangan syariah dan gaya hidup halal," ujarnya pada kegiatan Sosialisasi Perbankan Syariah di Kantor PT Pertamina MOR II, Senin (25/02/2019).

Menurutnya, dengan adanya peningkatan penggunaan layanan di perbankan syariah khususnya pada bisnis payroll akan memberikan sinyalemen positif untuk pertumbuhan bisnis syariah.

Apalagi mitra lini bisnis ini berasal dari perusahaan BUMN yang tercatat memiliki karyawan dalam jumlah besar di tanah air.

"Ada peningkatan namun memang kami belum bisa menyebutkan karena memang masih cukup baru. Untuk saat ini tercatat lumayan banyak karyawan PT Pertamina dan anak perusahaan untuk mempercayakan gajinya lewat sistem kami," tambahnya.

Dia melanjutkan, hanya saja masih menjadi pekerjaan rumah BNI Syariah adalah masih banyak masyarakat yang enggan beralih ke bank syariah salah satunya karena adanya kesalahan informasi yang disampaikan mengenai sistem bisnis bank syariah.

Padahal, sebenarnya yang terjadi adalah belum sempurnanya kebijakan dan praktik yang dijalankan oleh pelaku bisnis keuangan syariah.

Hal ini pun disiasati oleh anak perusahaan bank BNI ini dengan tidak lagi memberlakukan denda keterlambatan meski dari keputusan dewan syariah memperbolehkan pihak perbankan syariah menerapkan denda bagi debitur yang tidak disiplin dalam pembayaran cicilan.

"Strategi menjaring nasabah dari kami adalah dengan memperbanyak sosialisasi dan kajian mengenai keuntungan bertransaksi dan berbisnis di perbankan syariah dengan menghadirkan praktisi bisnis syariah." jelasnya.(mg3)

Menunggu Paket Lelang, Perbaikan Sementara Jalan Lintas Timur Dilakukan Dengan Cara Tambal Sulam

Letuskan Senpira Jenis Revolver, Dedi Digiring ke Jeruji Besi Polsek IT 1 Palembang

Penulis: Jati Purwanti
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved