Berita Palembang

Sebanyak 58 APK Caleg Ditempeli Stiker Karena Melanggar, Caleg Bingung Merasa tak Melanggar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang menginventarisir terdapat 58 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar ketentuan menggunakan billboard

Sebanyak 58 APK Caleg Ditempeli Stiker Karena Melanggar, Caleg Bingung Merasa tak Melanggar
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Petugas Panwascam se-Kota Palembang melakukan penempelan stiker menandai Alat Peraga Kampanye (APK) Caleg yang dinilai melanggar menggunakan billboard dan reklame. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setidaknya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang menginventarisir terdapat 58 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar ketentuan menggunakan billboard atau reklame beretribusi.

"Petugas kita Bawaslu Kota Palembang dibantu Panwascam telah tiga hari ini mendata, menginventarisir jumlah dan titik lokasi. Setidaknya ada 58 APK para caleg dari seluruh tingkatan (DPD, DPR RI, DPRD Sumsel, DPRD Kota).

Belum bisa ditargetkan kapan penempelan stiker melanggar ini akan selesai. Yang jelas kita lagi proses menempelkan stiker terhadap APK yang melanggar," ungkap Ketua Bawaslu Palembang M Taufik SE MSi di sela-sela mengikuti Rakernis Bawaslu se-Sumsel di Hotel Harper Jl R Sukamto Palembang, Rabu (20/2/2019).

Sudah Diberi Peringatan Agar Tak Jualan di Bahu Jalan, Satpol PP Empatlawang Bubarkan Paksa PKL

Pemuda Warga Plaju Ini Masuk Perangkap Penipuan Beli Handphone Murah di Facebook. Begini Ceritanya

Wajahnya Makin Klimis dan Tampan, Betulkah Cristiano Ronaldo Operasi Plastik? Berikut Faktanya

Menurut Taufik, penertiban dilakukan Bawaslu Kota Palembang ini berdasarkan Surat Edaran Bawaslu RI dan instruksi Bawaslu Provinsi Sumsel terkait dengan APK billboard dan reklame beretribusi yang dilarang.

"Kita lakukan penertiban terhadap APK retribusi yang melanggar sesuai tahapan. Intinya para Caleg tidak boleh memasang APK di reklame atau billboard," kata Taufik.

Dalam penindakannya, pertama kata Taufik, Bawaslu melakukan inventarisir APK yang dianggap melanggar. Selanjutnya pendataan terhadap APK yang melanggar.

Kemudian memberikan imbauan kepada caleg, selanjutnya pemasangan stiker 'APK ini Melanggar' dan lalu merekomendasikan penertiban kepada Pemerintah Kota atau Satpol PP untuk mencopotnya.

Delapan Posisi Jabatan Perwira di Polres Musirawas Diganti, Berikut Nama-nama Perwiranya

Kapolda Sumsel Kutuk Pelaku Pemerkosaan Bidan Desa Pemulutan Ogan Ilir, Kejar Pelaku Sampai Dapat

Awasi Peredaran Narkoba di Sumatera Selatan

"Calon bisa melepaskan sendiri, tapi jika sudah diimbau tidak juga melepas maka kita akan rekomendasikan pada Satpol PP. Jika alat siap maka akan dilakukan penertiban," ujarnya.

Taufik mengatakan untuk penertiban pencopotan APK di jalan-jalan saat ini itu dilakukan Satpol PP Kota Palembang menggunakan Perda.

"Perlu diklarifikasi kalau yang penertiban APK yang dilakukan Satpol PP Kota Palembang di jalan protokol sekarang itu bukan kita. Itu menggunakan berdasakan Perda. Untuk Kita belum melakukan penertiban APK yang kecil-kecil," katanya.

Universitas Bina Darma Palembang Buka Pendaftaran untuk Empat Prodi S2, Ini Syarat dan Ketentuannya

Herman Deru Tegaskan Nama Klub Sriwijaya tak Diganti, Markas Tetap di Sumsel

Hindari Perusahaan Pintech Ilegal , OJK Berikan Tips Gunakan Jasa Pinjaman Online

Salah satu APK beretribusi calon anggota DPD RI Nandriani Octarina yang mendapat stiker peringatan melanggar oleh Bawaslu menyesalkan APKnya dipermasalahkan padahal tidak mengandung unsur ajakan mencoblos.

"Saya bingung dan menyesalkan kok bisa ditertibkan juga. Kenapa dipersalahkan. Padahal yang di gambar saya itu kan hanya memperlihatkan citra diri. Kita kan dikasih tau asal tidak ada gambar paku atau ajakan mencoblos itu tidak melanggar.

Seperti waktu dulu, gambar saya pada Sumpah Pemuda sempat jadi sorotan Panwas. Karena itu kan tidak ada ajakan. Itu kan tinggal pandai-pandai kita saja. Jadi sekarang saya bingung kok masih mau ditertibkan," kata Nandriani.

===

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved