Hari Ini dalam Sejarah, 108 Tahun yang Lalu Kiriman Surat Melalui Udara Pertama di Dunia

Sebelum teknologi telepon ditemukan, surat digunakan sebagai sarana berkomunikasi manusia. Dengan demikian, perusahaan pos atau jasa pengiriman surat

Hari Ini dalam Sejarah, 108 Tahun yang Lalu Kiriman Surat Melalui Udara Pertama di Dunia
https://internasional.kompas.com/
Smitsonian Penerbangan perdana membawa surat. 

SRIPOKU.COM - Sebelum teknologi telepon ditemukan, surat digunakan sebagai sarana berkomunikasi manusia. Dengan demikian, perusahaan pos atau jasa pengiriman surat begitu berjasa pada masa itu.

Berita Lainnya:
KPU RI Kirim Surat Edaran Soal Pemilih Disabilitas Mental, Ini yang Akan Dilakukan KPU Sumsel
Rupiah Terpuruk, Mahasiswa Unsri Kirim Surat ke Presiden Jokowi dan Gelar Demo di BAM Palembang

Namun, kendala dalam pengiriman surat adalah lokasi penerima yang jauh, kadang terpisah laut atau gunung. Hasilnya, jasa pengiriman surat memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa sampai pada penerima.

Ketika Wright Bersaudara, Orville dan Wilbur, berhasil menerbangkan pesawat pertamanya, penemuan ini dipandang menjadi solusi utama dalam pengiriman surat yang terkendala jarak.

Akhirnya, pesawat digunakan dalam misi untuk pengiriman surat, tentu dengan waktu yang lebih cepat.

Hari ini 108 tahun yang lalu, tepatnya pada 18 Februari 1911, seorang pilot asal Perancis membawa surat dengan menggunakan pesawat terbang.

Dilansir dari Times Of India, pilot Perancis bernama Henri Pequet menggunakan pesawat bersayap ganda atau biplane Humber-Sommer dua kursi. Ketika itu, perjalanan dilakukan di India, dari Allahabad menuju Naini, yang berjarak 15 kilometer.

Ketika sampai di lokasi, Pequet menyerahkan kantong yang berisi 6.500 surat dan kartu pos. Pencapaian ini menjadi langkah utama dalam distribusi surat melalui udara yang dinilai lebih cepat dan efisien untuk akses yang jauh.

Selain itu, momen ini menjadi catatan dalam sejarah India dan dunia yang menandai pengiriman pos udara resmi pertama.

Catatan membanggakan
Ketika itu, India masih menjadi wilayah koloni Inggris. Tentunya pergerakan dari rakyat dibatasi oleh pemerintah yang berwenang.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved