5 Fakta Ilmiah tentang Gempa Palu yang Berhasil Terungkap

Gempa Donggala dan Tsunami Palu yang terjadi 28 September 2018 terus dikaji oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

5 Fakta Ilmiah tentang Gempa Palu yang Berhasil Terungkap
Internet
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM - Gempa Donggala dan Tsunami Palu yang terjadi 28 September 2018 terus dikaji oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

Bagaimanapun, gempa Palu yang menewaskan lebih dari 2.000 orang memiliki segudang misteri untuk dikaji secara ilmiah.

Berita Lainnya:
Korban Meninggal Dari Bencana Gempa dan Tsunami Palu Bertambah, Kini Mencapai 1.424 Jiwa
Inilah 5 Aplikasi Pendeteksi Gempa, Belajar dari Musibah Gempa dan Tsunami Palu Donggala

Selain gempa berkekuatan 7,4 magnitudo dan disusul tsunami, fenomena likuefaksi juga muncul di Petobo, Palu.

Berikut beberapa fakta ilmiah yang sudah berhasil diungkap para ahli tentang bencana mematikan di Palu, Sulawesi Tengah.

1. Waktu Tsunami
Teka-teki paling besar yang berhasil dipecahkan sepekan pasca bencana adalah waktu pasti terjadinya tsunami yang menghantam Palu.

Berdasar data yang diperoleh BIG dari stasiun pasang surut di Pantoloan, Palu, diketahui air surut maksimal terjadi Jumat (28/9/2018) pukul 18.08 WITA dan pasang maksimal terjadi pukul 18.10 WITA.

Artinya, tsunami Palu muncul berselang 8 menit setelah gempa.

2. Ketinggian Tsunami
Berdasarkan data dari stasiun yang sama, para ahli berhasil memperkirakan ketinggian tsunami yang menerjang kota Palu.

Menurut Widjo Kongko, ahli tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tinggi tsunami dipastikan 3,6 meter.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved