Berita OKI

Demam Berdarah Mulai Menyerang OKI

Banjir di wilayah Kelurahan Paku dan Sukadana Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menyebabkan penyakit Demam Berdarah .

Demam Berdarah Mulai Menyerang OKI
Internet
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit DBD.

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Banjir di wilayah Kelurahan Paku dan Sukadana Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti.

Dampak nyamuk berbahaya ini bermunculan, setelah ada korban yang dinyatakan positif terjangkit gigitan nyamuk aedes. Warga Kelurahan Sukadana yang pertama kali dinyatakan korban nyamuk.

Lalu, warga Kelurahan Paku juga terserang penyakit DBD dan kini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung.

"Tri Oktaria demam panas dan dibawa ke rumah sakit dan di periksa kesehatannya dinyatakan positif demam berdarah," kata Hamidah anggota Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI kepada wartawan, Selasa (22/1/2019).

Kini saudarinya berusia 14 tahun masih terbaring di rumah sakit Kayuagung, guna perawatan lebih lanjut.

"Alhamdulillah Tri masih tertolongkan dengan baik," ujar Hamidah yang berharap petugas fogging untuk segera melakukan pencegahan penyebaran nyamuk dengan cara di fogging. sebelum ada korban jiwa.

Nenek Solinah Tewas Diserempet Kereta Api di Ujan Mas Muaraenim

Ahok Ganti Nama, Ini Panggilannya Pasca Bebas Pada 24 Januari Nanti. Ini Sebenarnya Arti Nama AHOK

Sosok Kapolres Kota Palembang yang Baru, Didi Hayamansyah Pengganti Wahyu Bintoro Hari Bawono

Direktur RSUD Kayuagung dr H Fikram membenarkan, untuk awal tahun ini sudah ada dua orang yang dinyaakan positif terjangkit penyangkit DBD.

"Ada salah satu anak pejabat di Pemda yang positif penyakit DBD dan kini sudah membaik," ujar Fikram.

Selain itu, ada lagi pasien dirawat dengan penyakit yang sama. "Pasien yang positif anak-anak dibawah umur," tutur Fikram yang berharap kepada warga agar secara sama-sama membersihkan lingkungan sebelum tertular gigitan nyamuk.

Terpisah Kadin Kesehatan dr H Lubis SKM MKes mengatakan, bahwa hingga kini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait adanya nyamuk aedes.

"Benar kalau musim hujan dan lokasi lembab apalagi banjir dipastikan nyamuk berbahaya akan bermunculan," kata Lubis yang segera akan menugaskan tim untuk melakukan fogging di wilayah rawan DBD.

Namun, diharapkan Lubis kepada masyarakat untuk saling membahu mencegah dan melakukan 3M, menguras, menutup, da mengubur, barang-barang yang sekiranya menjadi sarang nyamuk.

"Penyemprotan tidak akan sempurna apabila tidak disertai dengan 3M." katanya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved