News Video Sripo

Buka Praktek Pengobatan Ilegal di Hotel Berbintang Palembang 20 WNA Malaysia Dijebloskan ke Penjara

Chris bersama 19 warga Negara Asing (WNA) lainnya dijebloskan ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) Perempuan di Merdeka dan Lapas Pakjo Palembang.

Laporan wartawan Sripoku.com Rangga EF

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Wajah tak bersalah terlihat di wajah Leong Yann Kong alias Chris Leong (43) saat dihantarkan petugas Imigrasi ke Lapas Pakjo Palembang. Chris bersama 19 warga Negara Asing (WNA) lainnya dijebloskan ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) Perempuan di Merdeka dan Lapas Pakjo Palembang.

Berbagai gaya ditunjukan Chris saat diambil gambar ketika dibawa dan diserahkan ke Lapas. Tidak ada rasa menyesal ataupun bersalah dari pria asal Malaysia tersebut. Meskipun masuk dalam lapas, Chris mengakui dirinya didampingi oleh kuasa hukumnya.

"Ya halo, kami di dampingi lawyer kami," ujarnya tanpa rasa canggung sambil terus melempar senyum kepada media, Selasa (15/1).

Masuknya ke dua puluh tersangka ke dalam lapas dikarenakan telah menyalahi aturan izin berkunjung ke Indonesia. Ke dua puluh tersangka yang diantaranya 8 Wanita dan 12 Laki-laki datang dari Malaysia, untuk membuka jasa praktek pengobatan terapis.

= = = =

"Ke 20 WNA tersebut telah menyalahi aturan izin tinggal di Indonesia. Semuanya menggunakan Visa liburan tapi justru menyalahi aturan yang ada. Kita harus menegakan kedaulatan negara dan hukum kita. Pihak imigrasi sudah melakukan penyidikan, selanjutnya kami serahkan kepada pihak Kejaksaan," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Palembang, Sudirman D Hury, Selasa (15/1).

Lanjut Sudirman, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan pihak Kedubes Malaysia guna memberitahu masalah yang dihadapi warga negaranya. Namun menurut Sudirman, pihak Kedubes Malaysia, sendiri tidak menanggapi status setiap tersangka sehingga tidak memberikan dampingan hukum.

"Untuk Para Tersangka sendiri menggunakan jasa kuasa hukum sendiri. Jadi itu bukan kuasa hukum dari pihak kedubes. Kuasa hukum tersebut merupakan inisiatif dari dia sendiri, tetapi itu urusan mereka. Memang sudah ada surat kuasa. Kedutaan Malaysia sudah dihubungi tidak memberikan kuasa hukum," ujarnya.

Para tersangka akan menempati ruangan lapas dan ditempatkan di sel umum, tempat Narapidana lainnya. Sebelumnya para WNA masuk ke Indonesia melalui Medan. Ke dua puluh tersangka membuka pengobatan alternatif di berbagai Kota di Indonesia.

===

"Criss ini sendiri sudah membuka dua cabang di Malaysia, tetapi itu bukan alasan dia dapat membuka jasa pengobatan di Indonesia. Saat ini kita membuka laporan masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor ke Imigrasi. Namun hingga hari ini memang belum ada," ujarnya.

Sementara, kuasa hukum para tersangka Hendra Wijaya yang datang mendampingi mengatakan akan terus berupaya agar hak hukum kliennya dapat terpenuhi.

"Untuk langkah hukum akan kami siapkan. Kita upayakan agar hak-hak hukum mereka, terpenuhi. Kordinasi dengan dubes sudah ada, mereka juga sudah mengecek," ujarnya.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved