News Video Sripo

Pemilik Ruko Kembali Protes Larangan Parkir Jln Jenderal Sudirman, Desak Bongkar Pedestrian Sudirman

Larangan parkir di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Palembang kembali menuai protes dari pemilik ruko di kawasan jalan protokol Palembang

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria Saputra

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Larangan parkir di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Palembang kembali menuai protes dari pemilik  ruko di kawasan jalan protokol Palembang, Senin (14/1/2019).

Ketegangan kembali pecah antara pemilik ruko dengan petugas saat anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang mengusir mobil yang parkir.

"Jadi hari ini sekitar jam 10 an dishub dan pol pp memaki toa mengusir mobil parkir, lalu kami semua berkumpul," ujar Ketua Persatuan Pemilik Pengguna Pemakai Ruko Sudirman, Syahrial Aziz.

Meski sempat terjadi ketegangan, namun suasana bisa dikendalikan dan tak ada lagi insiden blokade jalan.

"Tuntutan kita hanya bebas parkir itu saja. Omzet kami turun drastis sampai 70 persen," tegasnya.

Para pemilik ruko pun mengaku bakal terus memarkirkan kendaraannya di depan toko mereka meski sudah ada surat edaran dark walikota untuk larangan parkir di sepanjang Sudirman.

Menurutnya, disediakannya dua unit shutle bus juga bukan solusi bagi pembeli dan pemilik parkir yang mampir ke toko Sudirman.

"Shutle bus tidak efisien, apalagi kantong parkir. Karena jauh sekali. Intinya kami tetap menolak larangan parkir," jelas Syahrial.

Persatuan Pemilik Pengguna Pemakai Ruko Sudirman Palembang berharap atau meminta area pejalan kaki alias Pedestrian Sudirman Palembang agar dibongkar.

Mereka menilai areal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir.

Ketua Persatuan Pemilik Pengguna Pemakai Ruko Sudirman, Syahrial Aziz menilai Pedestrian Sudirman Palembang memiliki lebar enam meter dengan panjang seluruh mencapai ratusan meter dapat dimanfaatkan sebagai areal parkir pemilik ruko dan pembeli.

"Dulu sebelum ada pedestrian ini memang lahan parkir kami, sekarang lihat saja tidak begitu bermanfaat. Harusnya dibongkar saja bisa kembali jadi lahan parkir, " ujarnya, Senin (14/1/2019).

Selain tak memiliki manfaat, para pedagang mengklaim Pedestrian Sudirman juga menjadi salah satu biang banjir di kawasan tersebut. Sehingga demikian, jika pedestrian dibongkar bisa menjadi solusi terbaik bagi polemik larangan parkir.

"Kami tetap ngotot parkir di Sudirman. Pedestrian ini bisa jadi solusi," tegasnya.

Penulis: Syahrul Hidayat
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved