Pengiriman Paket JNE dari Palembang Beralih ke Jalur Darat, Hal Ini Jadi Penyebabnya

jasa JNE Cabang Utama Palembang yang setiap harinya rata-rata mengirim 4,6 ribu kiriman dari Kota Palembang, mengaku terdesak menaikan ongkos kirim

Pengiriman Paket JNE dari Palembang Beralih ke Jalur Darat, Hal Ini Jadi Penyebabnya
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Branch Manager JNE Cabang Utama Palembang, Muhammad Daud 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigen Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kenaikan biaya Surat Muatan Udara (SMU) atau cargo dibeberapa maskapai penerbangan, berdampak pula kepada jasa pengiriman barang.

Salah satunya jasa kurir JNE Cabang Utama Palembang yang setiap harinya rata-rata mengirim 4,6 ribu kiriman dari Kota Palembang, mengaku terdesak menaikan ongkos kirim.

"Satu bulan terakhir sudah tiga kali naik SMU itu, sementara sampai sekarang kami belum menaikkan tarif ongkir, akibatnya dari sisi biaya (cost) kami bisa dibilang merugi, kondisi ini tentu mendesak untuk merubah tarif ongkir," ungkap Branch Manager JNE Cabang Utama Palembang, Muhammad Daud, Rabu (10/1/2019).

Pemprov Sumsel Kembali Anggarkan Dana Pembebasan Lahan di Dekat Jembatan Musi IV Palembang

Pemilik Toko Klaim tak Tahu Edaran Dilarang Parkir di Jalan Jenderal Sudirman Palembang

Petugas Pol-PP Pergoki Pasangan Sejoli yang Kondisi Celana Keduanya Sudah Melorot di Kios Taman

Kondisi tersebut dikeluhkan banyak pengelola jasa kurir lain, namun menurutnya pihak maskapai tidak menggubris dan tetap bertahan dengan menaikkan SMU, padahal barang yang dikirim JNE Palembang menggunakan maskapai setiap hari rata-rata mencapai 90 persen, 10 persen sisanya jalur darat.

Dari itu, kata Daud, meski nanti jasa kurirnya akan menaikkan tarif ongkir, ada beberapa alternatif lain telah disiapkan untuk mengantisipasi pembiayaan berlebih, misalnya memaksimalkan pengiriman barang via jalur darat mengingat sudah tersedianya jalan tol Palembang - Lampung.

"Sekarang kan belum selesai tolnya, kalau misalnya sudah selesai pengiriman barang yang sifatnya tidak urgent akan optimalkan pakai mobil, jarak tempuhnya 8 jam kurang lebih, jadi pagi nganter, malamnya sudah ada di Jakarta. Tapi untuk paket makanan yang cepat basi seperti pempek atau paket ke wilayah Indonesia Timur itu tetap pakai maskapai," ujar Daud.

Dipicu Persoalan Ini Ada Sebagian Warga yang Secara Spontan Ikut Aksi Blokade Jalan Sudirman

BREAKING NEWS : Jalan Jenderal Sudirman Palembang Diblokade Warga, Kondisi Jalanan Macet

Polisi dan TNI Negosiasi dengan Warga untuk Buka Blokade Jalan Jendral Sudirman

Kenaikan di salah satu maskapai, lanjut dia, bahkan sampai 200 persen, hal tersebut dikhawatirkan memicu inflasi serta mengancam keberlangsungan pelaku bisnis Usaha Kecil dan Menengah yang mengandalkan pengiriman barang lewat kurir.

Kenaikan biaya cargo ini sendiri mulai dirasakan pihaknya sejak Bulan Desember 2018, awalnya masih dirasa cukup terjangkau dengan kenaikan SMU tidak sampai 20 persen, namun pada awal 2019 SMU naik hingga 40 persen, akibatnya pihak JNE Palembang mengklaim rugi Rp 5.000 perkilogram tiap barang kiriman.

"Dari sisi biaya (cost) sudah banyak minus, tidak mungkin bertahan dengan tarif ongkir yang sekarang, mengenai tarif terbaru sedang di kaji oleh pihak pusat, kemungkinan awal Februari ada tarif baru," jelasnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved