News Video Sripo

Video Sakit Hati Istrinya Diperkosa, Pria di Kertapati Nekat Bunuh Tetangganya

tersangka JY mengaku, nekat menghabisi nyawa korban lantaran kesal dengan ulah korban yang telah melakukan aski pemerkosaan terhadap istrinya

Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mengaku sakit hati lantaran istrnya telah diperkosa, JY (28), nekat membunuh pria yang telah memperkosa istrinya.

JY pun kini dimankan petugas di Polsek Kertapati Palembang, Kamis (3/1/2019).

JY telah membunuh korban Ratanca (25), tetangganya yang tercatat sebagai warga Jalan Putri Dayang Rindu, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Korban ditikam JY hingga korbannya pun meninggal dunia.

Kapolsek Kertapati AKP I Putu Suryawan didampingi Kanit Reskrim Ipda Denny Irawan mengatakan, peristiwa penikaman hingga menyebabkan korban tewas ini, terjadi pada Rabu (26/12/2018) lalu sekitar pukul 05.00.

"TKP (tempat kejadian perkara) nya di Jalan Puteri Dayang Rindu, Keramasan, Kertapati. Motifnya, tersangka kesal pada korban karena selingkuhi istrinya," ujar AKP I Putu Suryawan, ketika rilis perkara di Polsek Kertapati Palembang.

Lanjut AKP I Putu Suryawan, setelah menikam korban, tersangka langsung melarikan diri ke Bangka, hingga akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Sungai Liat.

"Dari sanalah, kita berhasil mengamankan barang bukti baju korban dan baju tersangka. Terkait barang bukti sajam ketika diambil keterangan, pengakuan JY dibuang tersangka ke Sungai
Keramasan, masih dicari," tegas AKP I Putu Suryawan.

Sedangkan, tersangka JY mengaku, nekat menghabisi nyawa korban lantaran kesal dengan ulah korban yang telah melakukan aski pemerkosaan terhadap istrinya.

"Saya kesal pak, dia telah memperkosa istri saya dengan cara membekap mulutnya. Setelah itu, istri saya ngadu ke saya," akunya.

Mendapatkan laporan aksi pemerkosaan dari istrinya, tersangka langsung keluar rumah mencari keberadaan korban.

Tepat di TKP, tersangka bertemu dengan korban dan langsung menikam korban sebanyak dua kali.

"Setelah itu, saya langsung lari ke Bangka. Tapi dalam pelarian itu, saya merasa tidak tenang, lalu saya menyerahkan diri," ungkapnya dengan menundukan kepala.

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved