News Video Sripo

Berlibur Sambil Menambah Wawasan Sejarah, Museum SMB II Dipadati Pengunjung

Berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ternyata menjadi salah satu pilihan warga untuk menghabiskan waktu libur sekolah

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM,PALEMBANG -- Berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang ternyata menjadi salah satu pilihan warga untuk menghabiskan waktu libur sekolah, Rabu (2/1/2019).

Meli warga Kota Lubuklinggau saat berkunjung ke Museum SMB II mengatakan berlibur dengan menjelajah sejarah Kota Palembang sangat bermanfaat karena menambah wawasan serta lebih banyak tahu dengan kebudayaan setempat.

"Apalagi tampilan Museum SMB II saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya, lampu-lampunya terang dan ruangannya tidak pengap, koleksinya juga bertambah banyak, jadi semakin nambah juga wawasan pengunjung," ujar Meli, Rabu.

Menurutnya meskipun bukan warga Kota Palembang, dirinya tetap tertarik melihat langsung benda-benda yang erat kaitanya dengan Kesultanan Palembang seperti baju adat, beragam senjata khas, tokoh-tokoh, mata uang, dan ceritera sejarahnya.

 Ia sendiri mengaku sudah lima kali berkunjung ke Museum SMB II dan tidak pernah merasa bosan, dalam tiap kunjungan ia selalu membawa rekan atau keluarganya.

Pengunjung lainnya asal Jakarta Talisa mengaku baru pertama kali berkunjung ke Museum SMB II dan sekilas ia menilai bentuknya hampir sama dengan Museum Fatahillah di Jakarta.

"Kalau dari luar sepertinya khas sekali arsitekturnya Palembang banget, tapi begitu masuk ke dalam saya lihat mirip-mirip Museum Fatahillah, maksud saya ruanganya luas-luas, jendelanya besar-besar dan ada beberapa peninggalan zaman Belanda juga," ungkap Talisa.

Talisa menambahkan dirinya memang gemar berkunjung ke berbagai Museum jika sedang berlibur ke suatu kota, menurutnya untuk melihat latar sejarah suatu tempat cukup berkunjung saja ke Museumnya.

Dia pun merasa takjub karena Palembang sebagai Kota tertua di Indonesia memang kaya sejarah panjang sejak Kerajaan Sriwijaya hingga masa kolonial.

Halaman
12
Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved