SFC Update
Pernah Diganggu Mafia Pengaturan Skor, Sriwijaya FC Antisipasi Dengan Perbanyak Pemain Lokal
Muddai Madang mengaku Sriwijaya FC pernah diganggu oleh oknum yang santer disebut Mafia Skor saat ini.
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Ahmad Sadam Husen
Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen klub Sriwijaya FC, Muddai Madang mengaku, Sriwijaya FC pernah diganggu oleh oknum yang santer disebut Mafia Skor saat ini.
Hanya saja, ia baru mendengar dalam bentuk kabar-kabar dan kejanggalan yang ia rasakan di lapangan.
“Pernah, cuma ga ada bukti. Walaupun bisa dirasakan, seperti angin bisa dirasakan tapi ga bisa dilihat. Saya ga bisa bilang,” ujar Muddai dihadpaan awak media, Kamis (20/12/2018).
Untuk itu, Manajemen Sriwijaya FC merencanakan,komposisi pemain lokal untuk mengisi formasi di dalam tim menghadapi musim 2019 mendatang sebesar 60 persen.
Hal tersebut untuk mengantisipasi mafia pengaturan skor yang mulai disoroti oleh beberapa media belakangan ini.

Muddai mengatakan, 60 persen pemain tersebut berasal dari pemain lama Laskar Wong Kito di musim lalu yang memutuskan bertahan, ditambah pemain lokal yang berasal dari Sriwijaya FC U-19.
Karena menurutnya, para personel Laskar Wong Kito Mudo masih memiliki kualitas yang cukup mumpuni membela tim seniornya.
“Karena SFC U-19 kita ini kan termasuk yang terbaik di Indonesia ini. Sehingga sangat potensi sekali dan 2019 nanti, kita rekrut menjadi pemain Sriwijaya FC senior."
"Terbukti, di Liga 1 tahun kemarin ada pemain Sriwijaya FC U-19 yang justru tampil sangat meyakinkan. Insya Allah ke depannya juga sangat meyakinkan,” kata Muddai.
Dengan personel lama ditambah pemain muda dari Sriwijaya FC U-19, tentunya kemungkinan tergiur oleh mafia pengaturan skor sangat minim.
Karena menurut Muddai, pemain lama dan lokal lebih mengedepankan loyalitas terhadap klub yang ia bela ketimbang materi untuk pribadi.

“Anak-anak ini dengan kita sudah cukup lama sehingga cenderung sudah sehati dengan manajemen."
"Jadi, kami yakin dan percaya mereka anak muda yang kami yakin Insya Allah mereka tak terpengaruh iming-iming yang seperti itu,” ungkapnya.
Kasta Liga 2 sendiri memang belum pernah dicicip oleh Sriwijaya FC bahkan sejak pertama lahir.