Perang Dagang, Perusahaan di AS Harus Rogoh Kocek 6,2 Miliar Dollar AS untuk Bayar Tarif

Biaya yang dikeluarkan perusahaan Amerika Serikat meningkat seiring perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Perang Dagang, Perusahaan di AS Harus Rogoh Kocek 6,2 Miliar Dollar AS untuk Bayar Tarif
Internet
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM , NEW YORK - Biaya yang dikeluarkan perusahaan Amerika Serikat meningkat seiring perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Laporan Tariffs Hurt the Heartland, grup perdagangan pro-bebas, dan firma riset The Trade Partnership, menyebut bahwa pada bulan Oktober 2018, perusahaan-perusahaan AS harus merogoh koceknya sebesar 6,2 miliar dollar AS untuk membayar tarif yang dikenakan Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang impor dari China.

Berita Lainnya:
Perang Dagang, Dalam 90 Hari Amerika Serikat Ingin China Lakukan Hal Konkret
Perang Dagang dengan China Bisa Sebabkan Ekonomi Amerika Serikat Resesi?

Angka tersebut melonjak 104 persen dibandingkan Oktober 2017 yang hanya 3,1 miliar dollar AS. Jumlah itu juga lebih tinggi dibandingkan September 2016 yang mencapai 4,4 miliar dollar AS.

Dikutip dari Business Insider, Selasa (11/12/2018), total pembayaran tarif ini merupakan jumlah pembayaran tarif bulanan terbesar dalam sejarah AS. Dilihat secara year-on-year (yoy) meningkat 104 persen.

Untuk harga tarif baja, alumunium dan barang-barang China senilai hampi 250 miliar dollar AS misalnya, di mana baja naik menjadi 446 juta dollar AS dan tarif untuk alumunium juga naik menjadi 134 juta dollar AS. Sehingga bulan Oktober kemarin, perusahan di AS mengeluarkan 3,1 miliar dollar AS hanya untuk mengimpor logam.

Bulan Oktober juga menandai bulan pertama tarif 10 persen Trump pada barang-barang China senilai 200 miliar dollar AS mulai berlaku, menambah tarif 25 persen pada barang-barang Cina senilai 50 miliar dollar AS yang dikenakan kembali pada bulan Juli. Babak baru ini menyebabkan lonjakan yang ditandai dalam pengumpulan tarif atas barang-barang tersebut.

Singkatnya, perusahaan-perusahaan AS akan membayar 7,4 miliar dollar AS lebih dalam tarif sebagai akibat dari perang dagang Trump sejak tarif pertama diberlakukan pada bulan Mei dan jumlahnya terus meningkat.

Di sisi lain, Trump mengklaim banyak miliaran dollar AS mengalir masuk ke pundi-pundi Departemen Keuangan AS. Hal itu diungkapkan Trum dalam tweet di akun pribadinya.

“Kami sekarang mengambil miliaran dollar AS dalam Tarif. BUAT AMERIKA KAYA LAGI," ujar Trump.

Namun, sebagian besar ekonom memperingatkan bahwa biaya ini sebagian besar ditanggung oleh perusahaan-perusahaan publik di AS. Pada gilirannya, semakin banyak perusahaan melaporkan penundaan dalam investasi, lambatnya perekrutan, dan bahkan pemotongan biaya seperti pemecatan karyawan, jika kenaikan biaya terus berlanjut, harga barang untuk konsumen juga bisa mulai naik.

Jika itu terjadi, atau jika Trump harus melalui ancaman untuk menempatkan tarif pada mobil impor atau barang-barang China lainnya, biaya akhirnya bisa menjadi hambatan pada pertumbuhan PDB AS.

Penulis: Putri Syifa Nurfadilah
Sumber: Business Insider

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://ekonomi.kompas.com/ dengan Judul:
Perang Dagang, Perusahaan di AS Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

====

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved