Hindari Obesitas Pada Anak, Berikut Tips-tips Pencegahannya

Obesitas pada anak bisa dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik pada anak-anak

Hindari Obesitas Pada Anak, Berikut Tips-tips Pencegahannya
sripoku.com/wahyu kurniawan
Dokter Umum, dokter Kurnia Gani saat menerima konsultasi di tempat prakteknya 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Obesitas pada anak bisa dipicu oleh kurangnya aktivitas fisik pada anak-anak.

Selain itu juga pemicu anak gemuk karena sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food).

Tak hanya itu, makanan-makanan instan lainnya yang mengandung banyak pengawet.

Gula berlebih dan lemak-lemak jenuh yang berlebihan, seperti es krim, coklat, permen hingga makanan-makanan dan minuman ringan yang banyak sekali kadar gula tinggi.

dr. Kurnia Gani selaku salah satu dokter umum di Palembang mengatakan, ada pula obesitas terjadi karena faktor genetika, jadi biasanya dengan orang tua ataupun keluarga yang memang secara keturunan bertubuh besar atau gemuk maka lebih cenderung memiliki keturunan yang gemuk.

“Faktor genetika juga iya, tetapi saat ini makanan cepat saji dan kurangnya aktivitas fisik pada anak sebagai pemicu obesitas yang lebih besar,” ujarnya saat diwawancarai Sripoku.com, Rabu (5/12/2018).

Makanan dan minuman dengan kadar gula sangat tinggi dan juga pola makan yang tidak sehat atau bisa juga disebabkan oleh gangguan endokrin atau gangguan metabolisme tubuh, gangguan endoktrin itu banyak ditemukan pada anak usia enam tahun sampai 12 tahun dan angka obesitas semakin tinggi.

“Makanan dan pola hidup yang mulai berubah, untuk perhitungan gejala ada rumusnya tersendiri dengan menggunakan rumus berat badan dan tinggi badan,” ujarnya.

Lanjutnya, hal yang ditakutkan dari obesitas adalah adanya penyakit-penyakit yang akan terjadi ketika obesitas itu dibiarkan.

Misalnya resiko terjadinya tekanan darah tinggi di usia muda, kolesterol tinggi yang menyumbat pembuluh pembuluh darah memicu terjadinya stroke dan jantung. 

Penelitian: Remaja Putri Obesitas Berisiko Tinggi alami Depresi, Kok Bisa?

Jepang Menjadi Negara dengan Angka Obesitas Terendah, Ternyata Ini Rahasianya

Daftar Dokter Kandungan dan Tempat Praktik di Palembang - Sumatera Selatan

Dan juga akan terkena diabetes tipe dua, bisa terjadi asma atau juga gangguan tidur selain itu pubertas dini lebih cepat dibanding usia sebenarnya terus ada gangguan koordinasi yang sulit menjaga keseimbangan tubuh dan kemampuan organisasi anggota gerak untuk bekerja yang membuat pasien obesitas itu mengalami depresi.

Untuk mencegah obesitas itu yaitu dengan melakukan diet pola gizi seimbang, karbohidrat, lemak protein, mineral vitamin yang seimbang dan tentunya harus dibiasakan sejak kecil untuk mengkonsumsi buah-buahan.

“Konsumsi sayur-sayuran karena ini akan membantu penyerapan makanan dan gizi-gizi memperlancar saluran cerna sehingga metabolismenya dan jangan lupa olahraga ringan untuk anak kecil,” ujarnya.

====

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved