Berita Palembang

Pelaku Pembunuhan Sopir Taksol Jalani Rekontruksi, Akui Injak Korban Sampai Mati

Pasca dicekik hingga tak bergerak dan korban sempat berteriak minta ampun, empat pelaku kembali mengeksekusi korban di bangku tengah mobil.

Pelaku Pembunuhan Sopir Taksol Jalani Rekontruksi, Akui Injak Korban Sampai Mati
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Frans (16) dan Acun (21), keduanya mengenakan pakaian tahanan warna orange ketika menjalani adegan membuang mayat korban Sofyan saat rekontruksi yang digelar di Mapolda Sumsel, Selasa (20/11/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pasca dicekik hingga tak bergerak dan korban sempat berteriak minta ampun, empat pelaku kembali mengeksekusi korban di bangku tengah mobil. Hal ini terungkap pada sejumlah adegan rekontruksi yang digelar penyidik Jatanras di Mapolda Sumsel, Selasa (20/11/2018).

"Setelah dicekik itu, sopir (korban Sofyan) kami tarik ke belakang (bangku tengah mobil). Kemudian kepala dan lehernya diinjak-injak oleh Ridho biar mati. Memang sopir itu pingsan dan berteriak minta ampun," ujar Acundra alias Acun (21), salah satu tersangka yang menjalani rekontruksi.

Baca: Irigasi Tak Dipenuhi Pemerintah, Warga Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Sebelum Garap Sawah

Sebanyak 18 adegan rekontruksi dijalani kedua tersangka yakni tersangka Franata Ariwibowo alias Frans (16) dan Acun. Untuk tersangka lainnya yakni tersangka Riduan alias Ridho (42), diperankan anggota Jatanras dikarenakan tersangka Ridho masih menjalani perawatan medis akibat luka tembak pada kedua kakinya.

Begitu juga dengan tersangka Akbar (33) yang kini masih buron, diperankan anggota Jatanras yang adegan perannya berdasarkan keterangan ketiga tersangka. Rekontruksi dipimpin langsung Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariyadi.

Baca: 1500 Sopir Angkutan Batubara Bakal Nginap di Kantor Gubernur

Sepanjang menjalani adegan rekontruksi, kedua tersangka Frans dan Acun dijalani berdasarkan keterangannya kepada petugas penyidik. Adegan rekontruksi berawal dari empat pelaku yang memesan Grabcar menggunakan aplikasi orang lain.

Kemudian dilanjutkan empat kawanan pelaku naik ke mobil korban yang posisinya tersangka Akbar duduk disebelah korban, dan ketiga tersangka lainnya duduk bangku tengah mobil belakang korban.

Pada adegan ke 10, tersangka Acun langsung mencekik leher korban dari belakang. Kemudian ketiga tersangka lainnya memegangi tangan dan kaki korban. Adegan selanjutnya, korban ditarik ke bangku tengah. Kemudian tersangka Akbar berpindah posisi untuk mengambil kendali setir mobil.

Baca: Deddy Corbuzier Ungkap Video Angel Lelga Selingkuh Bukan Settingan!

Kemudian adegan selanjutnya yang kondisi korban yang tak berdaya dan sempat berteriak minta ampun, korban diletakkan di lantai mobil bangku tengah. Tampak adegan selanjutnya, ketiga pelaku menginjak-injak kepala dan leher korban yang bertujuan memastikan korban meninggal dunia.

"Sopir itu mati di dalam mobil. Memang sopir itu kami lihat cuma pingsan. Untuk memastikan biar mati, kepala dan leher sopir itu diinjak-injak biar mati. Yang sering menginjak sopir itu Ridho kalau posisinya di dalam mobil," ujar Acun dan Frans yang tampak pasrah sepanjang menjalank rekontruksi.

Baca: Deddy Corbuzier Ungkap Video Angel Lelga Selingkuh Bukan Settingan!

Kemudian pada adegan 16,17, dan 18, empat pelaku kemudian membawa mayat korban keluar mobil. Lalu mayat korban digotong dan dibuang di semak-semak yang ada lobangnya.

"Ini (rekontruksi) untuk melengkapi berkas dan menyesuaikan dengan keterangan tersangka. Biar libur tetap kita selesaikan berkasnya, karena ada yang di bawah umur," ujar Kasubdit III Jatantas Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariyadi, yang enggan berkomentar panjang lebar terkait rekontruksi.

Baca: Deddy Corbuzier Ungkap Video Angel Lelga Selingkuh Bukan Settingan!

Diberitakan sebelumnya, korban Sofyan (43), sopir taksol dari Grabcar, menjadi korban perampokan disertai pembunuhan pada Senin (29/10). Korban sempat hilang kontak setelah mendapatkan order rute KM5-KFC simpang bandara. Kemudian dua pekan setelah hilang, mayat korban ditemukan dengan kondisi tak utuh ran menjadi tulang belulang di hutan kebun sawit Desa Lakitan Kabupaten Musi Rawas.

Petugas Jatanras Polda Sumsel telah mengamankan tiga pelaku. Tersangka Riduan alias Ridho, ditangkap di Rawas Ulu Kabupaten Muratara. Kemudian dua tersangka Frans dan Acun, menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Kabupaten Muratara karena takut ultimatum Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang akan ditembak mati.

Sementara tersangka Akbar kini masih buron. Untuk mpbil korban yaknk Daihatsu Sigra warna hitam, ditemukan di kawasan Kerinci Jambi. Mobil korban dijual tersangka Akbar senilai Rp22,5 juta dan uangnya dibagi rata empat pelaku.

Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved