News Video Sripo

Warga Ogan Ilir Permasalahkan Proyek Jalan Rp 8 Miliar, Dinggap Tak Sesuai Secara Fisik

Puluhan massa mengatasnamakan Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumsel (GPPMS) menggelar unjuk rasa di depan halaman perkantoran gedung DPRD

Laporan wartawan Sripoku.com, Beri Supriyadi

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Puluhan massa mengatasnamakan Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumsel (GPPMS) menggelar unjuk rasa di depan halaman perkantoran gedung DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) di Perkantoran Tanjung Senai Indralaya, Senin pagi (19/11) pukul 10.30.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pembangunan proyek peningkatan ruas jalan cor beton di Desa Tunas Aur, Penyandingan, Muara Kamal, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) serta realisasi peningkatan jalan ruas SP Sunur dengan nilai Rp 8.8 miliar yang dianggap tidak sesuai.

Massa menuntut lembaga DPRD Kabupaten OI untuk melakukan fungsi pengawasan terhadap pembangunan proyek tersebut yang menghabiskan dana tidak sedikit.

Di bawah pengawalan aparat kepolisian, dan Satpol-PP, sembari berorasi menggunakan pengeras suara berupa "TOA" massa bergerak menuju gedung perkantoran DPRD OI.

Sobirin selaku koordinator aksi mengungkapkan, pihaknya meminta kepada lembaga DPRD Kabupaten OI untuk melakukan fungsi pengawasan dan investigasi terhadap realisasi terhadap kegiatan peningkatan jalan poros Kabupaten di Desa Tunar Aur, Penyandingan, Muara Kamal serta ruas jalan SP Sunur yang masing-masing menghabiskan dana Rp 8 - 8.8 miliar.

"Kami mendesak dan meminta kepada lembaga DPRD untuk melaksanakan fungsinya sebagai pengawas segera melakukan investasi terhadap proyek tersebut. Karena, secara fisik, bangunan yang sesuai dengan nilai proyek Rp 8 miliar," seru Sobirin.

Selang beberapa saat melakukan orasi, beberapa orang anggota Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Kabupaten OI langsung menemui massa.

Menurut Afrizal, pihaknya mengapresiasi massa yang melakukan aksi demo sebagai bagian dari wujud kepedulian warga masyarakat terhadap pengawalan pembangunan Kabupaten OI.

Tentu dari jumlah 40 orang anggota DPRD, tidak bisa sepenuhnya melakukan fungsi pengawasi.

"Maka dari itu, berdasarkan tuntutan dari warga, dalam waktu dekat kami segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekkan terhadap bangunan proyek yang dimaksud," ujar Amir Hamzah didampingi Afrizal.

====

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved