Berita Palembang

Berita Palembang: Pemprov Sumsel Optimis Pencabutan Pergub tak Pengaruhi Pasokan Listrik

Meski mendapat penolakan dari banyak pihak, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) bergeming terkait sudah diterapkannya

Berita Palembang: Pemprov Sumsel Optimis Pencabutan Pergub tak Pengaruhi Pasokan Listrik
Sripoku. com /Yandi Triansyah
PLN mulai hari ini mengaliri listrik 5 desa yang ada di Sumsel, Senin (29/10) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Meski mendapat penolakan dari banyak pihak, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) bergeming terkait sudah diterapkannya kembali larangan angkutan batubara melalui jalan umum. 

Pemprov Sumsl tetap kekeuh memberlakukan putusan tersebut meski Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) mengklaim putusan itu kurang tepat.

Diketahui sebelumnya, APLSI meminta agar pemerintah pusat ikut turun tangan mengatasi kebijakan Pemprov Sumsel. Sebab dampak dari kebijakan tersebut dinilai sangat berpengaruh terhadap kelangsungan operasional perusahaan. Menurut APLSI, seluruh angkutan batu bara di Sumatra Selatan terancam lumpuh.

Bahkan tidak menutup kemungkinan hasil tambang juga tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal dan berdampak pada pasokan listrik yang dihasilkan dari batubara tersebut.

Gubernur Sumsel Herman Deru tetap kekeuh pada putusannya dengan mencabut Pergub Sumsel nomor 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara menggunakan jalan umum.

"Tidak ada perubahan apapun. Pergub terkait angkutan batubara itu tetap dicabut," ujar Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Media dan Komunikasi, Alfrenzi Panggarbesi, Jumat (9/11/2018).

Ia mengakui pihak yang menolak putusan dari Gubernur Sumsel itu harusnya memahami dan mengerti maksud dari kebijakan tersebut. Bahkan termasuk APSLI, kata dia, Gubernur Sumsel sendiri melakukan kebijakan itu bukan dengan maksud menutup akses angkutan batubara melainkan mengalihkan ke jalur khusus sesuai amanat peraturan daerah tersebut.

"Lagipula pasokan batubara tidak akan terganggu karena masih ada lewat Kereta Api oleh PTBA dan perusahaan swasta dan jalan khusus yang tetap beroperasi," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumatra Selatan Nasrun Umar mengungkapkan, per 8 November 2018 tidak ada angkutan batubara yang melintas jalan umum.

"Dari pantauan kami hari ini, di jalan umum sudah tidak lagi terlihat adanya truk angkutan batubara melintas," ucapnya.

Halaman
12
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved