Berita Palembang

Berita Palembang: Lurah 1 Ulu Palembang Curigai Oknum Dalangi Warga Protes Pembangunan IPAL

Terkait adanya dugaan pembanguan IPAL (Instalasi Pembangunan Air Limbah) di wilayah Kelurahan 1 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang

Penulis: Reigan Riangga | Editor: pairat

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Terkait adanya dugaan pembanguan IPAL (Instalasi Pembangunan Air Limbah) di wilayah Kelurahan 1 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang tepatnya di bawah Jembatan Ogan Kertapati yang diduga tidak transparan dan diprotes sejumlah warga setempat ditanggapi pemerintah daerah sekitar.

Lurah 1 Ulu Palembang, Sisca Mailyna menuturkan, bahwa pihaknya menyayangkan adanya warga yang tidak setuju dengan memprotes pembangunan tersebut dengan alasan takan mengganggu mencemarkan lingkungan pada masyarakat sekitar.

Menurutnya, pembangunannya tidak semata-mata langsung dibangun, lantaran melalui sosialisasi terlebih dahulu.

"Dari 100 warga di sekitar pembangunan IPAL itu, sebagaian warga berjumlah 11 orang tidak menyetujuinya ini yang kita sayangkan, karena mereka tidak hadir saat sisosialisasikan pembangunannya, ini pasti ada oknum yabg mendalanginya karena sewaktu saya tanya ibu-ibu mereka juga tidak tau, tau-taunya mereka hanya diajak untuk ikut (protes) tersebut," ungkap Sisca dikonfirmasi, Sripoku.com, Kamis (8/11/2018).

Pada dasarnya, kata Novran, pihaknya mendukung pembangunan IPAL ini, karena yang mendapat bantuan pembangunan IPAL hanya 4 kecamatan dari total 107 kelurahan di Kota Palembang.

Selain itu, pembangunan IPAL tersebut juga 100 meter dari aliran sungai, jadi tidak mengganggu lahan warga, apalagi mencemari lingkungan sekitar.

"IPAL rumah tangga dan bukan pengolahan limbah, jadi tidak ada mencemari lingkungan, kita sangat sayangkan kalau ada warga yang tidak setuju dengan alasan mencemari lingkungan, karena fungsinya menghindari tercemarnya lingkungan sekitar," kata dia.

Ia mengharapkan, warga menyetujui pembangunan tersebut karena hasilnya akan dinimati untuk bersama, melainkan bukan pribadi.

"Saya hanya ingin kerja nyata itu membuahkan hasil, jadi kalau saya tidak lagi menjabat sebagai Lurah ini akan menjadi kenangan terbaik saya pribadi untuk masyarakat dengan masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah warga mendatangi Kantor Lurah 1 Ulu, pihak Camat serta Dinas PUPR Kota Palembang guna bersosialisasi karena menilai pembangunan IPAL tersebut tidak transparan dan dibangun tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu dengan masyarakat setempat.

Abdul Gani (45) warga RT 10 Kelurahan 1 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang mengatakan, mulai awal dibangun sampai dengan sekarang, pihak terkait yaitu Lurah, Camat setempat atau dinas PU tidak ada sosialisasi atau koordinasi terlebih dengan warga sekitar.

"Kami merasa pembangunan itu kegunaan atau manfaatnya seperti apa, karena dari awal dibangun sampai sekarang tidak pernah mengajak kami untuk rembuk, apalagi sosialisasi, dan ada beberapa RT lainnya merasa keberatan, takutnya nanti ada dampak negatif, seperti baunya menyebar kemana-mana," ujarnya.

Dirinya merasa bingung karena bangunan yang hampir tiga bulan dibangun tersebut tidak ada plang papan proyek.

"Dari awal sampai sekarang tidak ada sosialisasi baik dari RT, Lurah atau Camat setempat, di RT kita setiap lima tahun sekali air meluap ke darat, takutnya naik keatas dan baunya menyebar kemana-mana, sehingga mengganggu ketentraman di lingkungan itu, apa lagi disana ada tempat anak-anak mengaji dan nanti limbahnya bukan dari RT kami saja, tapi untuk di beberapa RT," katanya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved