Berita Lahat

Lahan di Daerah Bukit Besar Lahat Hampir 24 Jam Dilalap Api, Ketersedian Air dan Medan Jadi Kendala 

Musibah kebakaran lahan di kawasan pendakian wisata bukit Besar yang berada di wilayah Desa Tanjung Beringin

Lahan di Daerah Bukit Besar Lahat Hampir 24 Jam Dilalap Api, Ketersedian Air dan Medan Jadi Kendala 
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Tim Gabungan saat berusaha memadamkan api yang membakar kawasan bukit besar Lahat. 

Laporan wartawan Sripoku.com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Musibah kebakaran lahan di kawasan pendakian wisata bukit Besar yang berada di wilayah Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat sejak Jumat (28/9/2018) malam kemarin hingga kini masih membara.

Tim gabungan masih kesulitan memadamkan si jago merah yang hingga kini masih terus melahap lahan di kawasan tersebut.

Tak kurang lima hektar semak belukar sudah ludes dilalap api selama kurun waktu hampir 24 jam.

Kepala Manggala Agni Daops Lahat Bapak Candra Irfansyah. S.Hut, melalui Kour Pencegahan Andi Setiawan, mengungkapkan hingga kini tim gabungan dari Manggala Agni, Polsek, Koramil Merapi, BPBD Lahat dan masyarakat saat ini masih berjibaku memadamkan api diatas bukit dengan ketinggian sekitar 1.700 MDpl tersebut.

api melalap lahat di sekitar area Bukit Serelo Kabupaten Lahat.
api melalap lahat di sekitar area Bukit Serelo Kabupaten Lahat. (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

Menurutnya, tim sudah berada di Bukit Besar sejak jumat malam dan masih terus berupaya melakukan hal guna memadamkan api.

"Api sejauh ini masih belum bisa dipadamkan. Tim gabungam masih berada di kawasan bukit menyisir keberdaan titik api, dari Jumat malam sekitar lima hektat semak belukar di kawasan bukit sudah ludes. Api terus menjalar," ungkap Adi, Sabtu (29/9/2018).

Dikatakan Adi, tim sendiri mengalami kesulitan dalam melakukan pemadaman. Selain tidak adanya sumber air, lokasi lahan yang terbakar berada dipuncak dan lereng bukit.

Baca: Objek Wisata Bukit Besar Lahat Terbakar, Tim Kesulitan Melakukan Pemadaman

Baca: Meskipun Tidak Ada Penerimaan CPNS, Pembuatan SKCK di Polres Lahat Tetap Ramai

Medan yang sulit ditambah rawan longsor membuat tim tidak bisa bergerak cepat dan hanya mampu mematikan titik api yang terjangkau.

"Cuaca panas ditambah angin juga membuat api cepat merembet," terangnya.

Sementara, sejak terbakar kawasan bukit besar ditutup untuk aktivitas wisata dan pendakian.

"Karena kondisi geografis perbukitan dan sulitnya mendapatkan air, tim kami berupaya memadamkan api dengan cara manual," terang Marjono,

Kepala BPBD Kabupaten Lahat, seraya menuturkan jika api sudah mulai mendekati lahan pertanian warga. Sementara untuk penyebab terjadinya kebakaran disalah satu wisata favorit yang ada dikabupaten Lahat itu belum diketahui secara pasti. 

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved