News Video Sripo

Video STMIK MDP Adakan Pelatihan UKM Hadapi Persaingan Era Digital

Saat ini terjadi perubahan paradigma dari pelaku usaha kecil menengah menghadapi persaingan bisnis di era

Laporan wartawan Sriwijaya Post Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Saat ini terjadi perubahan paradigma dari pelaku usaha kecil menengah menghadapi persaingan bisnis di era digital. Untuk menghadapi itu semua STMIK MDP Palembang bersama Sripo dan Tribun melakukan Pelatihan mengenai pelaku Usaha Kecil Menengah dalam mensiasati era digital.

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Kampus MDP lantai 5 Palembang dengan menghadirkan beberapa pembicara mulai dari Shopie Paris, Lamonde, Bogasari, Telkomsel, dan MDP.

Dalam kesempatan tersebut Iman Abdurrahman senior traning manager PT Sophie Paris Indonesia membeberkan rahasia Sophie dapat bertahan di era digital. Menurutnya di era teknologi semua orang memiliki kesempatan untuk dapat memulai usaha dengan pola-pola baru.

"Kita dapat mengendalikan teknologi. Dari yang tadinya orang memulai bisnis secara offline saat ini sudah dapat memulai secara digital artinya melakukan pemasaran produk pun bisa secara online."

"Pola bisnis berubah, dengan melakukan pemasaran secara online orang bisa memasarkan yang dijual lebih cepat. Itulah kelebihan startup dalam dunia digital," bebernya, Sabtu (22/9).

Lanjutnya, kemajuan pemasaran secara digital bukan berarti tidak membutuhkan pemasaran konvensional. Hal itu masih tetap dibutuhkan, untuk menunjang pemasaran online.

"Kalau dulu kita mengambil produk lalu datang ke individu, menawarkan produk kita. Sekarang juga sama, cuma cara-caranya sedikit berubah. Pemasaran offline tetap dibutuhkan untuk membantu penjualan," ungkapnya.

Sementara, Marketing Lamonde Palembang, Sindi Okta Viana dalam kesempatannya membagi cara-cara yang dibutuhkan pelaku usaha dalam mensiasati strategi bisnis. Menurutnya ada 5 faktor penentu dalam bisnis saat ini yang dapat menjadi formula setiap pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

"Banyak faktor agar usaha tersebut dapat bertahan dan bersaing dengan usaha lainnya. Kelima hal itu yakni 5P. Pertama people (orangnya), kedua product (produk yang dipasarkan), ketiga place (tempat), keempat, price (harga) dan kelima Promotion (promosi). Kelimanya harus dikombinasikan dalam bisnis saat ini," bebernya.

Sindi menambah kan, setiap UKM memang perlu menambah wawasan mengenai persaingan produk e-commerce. Menurutnya dari persaingan itu para pelaku usaha dapat melihat peluang mana saja yang bisa diolah menjadi keuntungan.

Sementara, Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STMIK MDP, Idham Cholid mengungkapkan, acara yang diinisiasi MDP bersama para partner dalam mengadakan training UMKM ini harapannya, dapat memberikan kontribusi kepada pengembangan UMKM melalui, Ilmu pengetahuan secara praktek, bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

"Sebenarnya agenda ini seperti halnya agenda biasa yang sering kita lakukan tiap bulannya. Setiap bulannya kita adakan MDP bisnis top untuk mengedukasi mahasiswa dan pelaku UMKM dengan tema-tema tertentu seperti keuangan, aksesoris, permodalan, dgital marketing. Diharapkan dapat dengan diadakan pelatihan ini tidak hanya teori saja, tapi para mahasiswa dan masyarakat dapat menyerap ilmu untuk dipraktekkan," tutupnya.

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help