Cerita Prajurit Kopassus Terpaksa ke Sarang Suku Kanibal di Papua, Takut Dimakan. Begini Akhirnya!

Dalam menjalankan ekspedidi semua anggota militer mengenakan seragam militer lengkap, bersenjata senapan serbu AK-47 dan pistol, parang.

Cerita Prajurit Kopassus Terpaksa ke Sarang Suku Kanibal di Papua, Takut Dimakan. Begini Akhirnya!
ntd.tv
suku kanibal 

SRIPOKU.COM - Cerita tentang keberanian prajurit Kopassus memang selalu menarik untuk diperhatikan. 

Mulai dari saat berhadapan dengan musuh, maupun menghadapi misi berbahaya. 

Seperti yang terjadi saat prajurit Kopassus harus masuk kedalam hutan perantara Papua, dan masuk sarang suku Kanibal. 

Dikutip Sripoku.com dari Intisari, misi tersebut bermula ketika ditemukannya jasad Rockfeller hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.

Berdasar jenis sepatu itulah sepotong kaki itu kemudian dikenali sebagai jasad dari mendiang Rockfeller.

Kabar kematian Rockfeller dengan cara yang sangat tragis itu pun menjadi perhatian dunia internasional termasuk rumor bahwa Rockfeller telah dimakan oleh suku terasing yang tinggal di hutan belantara Papua Nugini.

Rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia tidak hanya beredar di Papua Nugini tapi juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua) yang di tahun 1960-an masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.

Baca: Mitos Atau Fakta?, Ganti Knalpot Racing Bikin Mobil Jadi Lebih Kencang

Baca: LIVE STREAMING Timnas U-16 Indonesia Vs Iran di MNC TV, Ini Prakiraan Susunan Pemain Garuda Asia

Hasil gambar untuk <a href='http://palembang.tribunnews.com/tag/kanibal' title='kanibal'>kanibal</a> papua

Pada 5 Mei 1969 meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, sekitar 7 anggota pasukan baret merah RPKAD/Kopassus), 5 anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto melaksanakan ekspedisi ke Lembah X yang berlokasi di lereng utara gunung Jayawijaya.

Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin oleh personel RPKAD Kapten Feisal Tanjung sebagai Komandan Tim dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.

Halaman
1234
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help