Berita Palembang

Selisih Paham dan Perang Komentar di Facebook Berlanjut Ketemuan Akibatnya Lidya Dikeroyok

Kejadian berawal antara korban dan terlapor terjadi selisih paham dan perang komentar melalui media sosial (medsos) Facebook (fb).

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Lidya, korban pengeroyokan didampingi ibunya saat membuat laporan di SPKT Polresta Palembang, Selasa (18/9). 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Lidya Oktavianus (25) warga Jalan Kemas Rindo Lorong Pelita Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Palembang melapor ke SPKT Polresta Palembang telah dikeroyok, Selasa (18/9/2018).

Dua orang yang dilaporkan telah mengeroyoknya itu dikenalnya bernama Ay (25) dan Sr (19) keduanya  warga yang tinggal di lorong Ogan Kelurahan 1 Ulu Kecamatan SU I Palembang.

Dalam laporannya, Lidya menyebutkan aksi pengeroyokan itu terjadi Jumat (14/9/2018) sekira pukul 18.30 di 
warung GAP depan bank Sumsel Babel Jalan Gubernur HA. Bastari Kecamatan SU I Palembang.

Akibat kejadian tersebut, Lidya mengalami memar di lengan tangan kanan, luka gores di pundak kanan, memar
kepala sebelah kanan, dan luka gores di kaki kanan.

Baca: Tahapan Seleksi Penerimaan CPNS di Kabupaten OKU Dimulai

Korban ditemani ibu kandungnya kepada petugas SPKT Polresta Palembang mengatakan, kejadian berawal antara dia dan terlapor terjadi selisih paham dan perang komentar melalui media sosial (medsos) Facebook (fb).

Diduga karena tersinggung, lantas korban mengajak terlapor untuk bertemu di tempat kejadian perkara (TKP).

"Pas, aku lagi nunggu mereka (Sri dan Ayu) tiba-tiba dari belakang mereka langsung memukul dengan menggunakan helm Pak,” ungkap korban kepada petugas sambil memperlihatkan luka yang dialaminya.

Lanjutnya, terlapor secara bergantian memukuli dengan menggunakan helm dan menjambaknya.

“saat itu saya sempat terjatuh Pak, mereka langsung meyeret saya sambil memukuli saya,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, salah paham terjadi saat terlapor menghina korban.

Baca: Ini Dia Mesin Terbaru Dari Google Namanya Dragonfly, Begini Fungsinya

Merasa tak senang lantas membuat korban pun membalasnya dengan cara menyinggung fisik terlapor.

“Mereka menghina saya dengan mengatakan tidak pernah makan enak dan orang susah, saya langsung
membalasanya dengan mengatakan kalau dadanya besar Pak,” katanya.

Diakuinya, aksi pengeroyokan yang dialaminya terhenti setelah saksi Een (18) melerainya.

“Saya tak terima Pak, saya minta mereka dapat ditangkap,” harapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas AKP Andi Haryadi membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari korban dengan dugaan pengeroyokan.

" Laporan sudah kita terima, korban sudah diminta untuk melakukan visum, guna menindaklanjuti laporan korban, "ungkapnya. (diw).

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved