Berita Pagaralam

Harga Cabai di Pagaralam Anjlok, Hanya Rp13 Ribu Per Kilogram

Petani cabai di Pagaralam mengeluhkan anjloknya harga cabai hanya Rp 13.000 per kilogramnya. Padahal sebelumnya mencapai Rp30.000

Harga Cabai di Pagaralam Anjlok, Hanya Rp13 Ribu Per Kilogram
Cabai 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Petani cabai di Pagaralam mengeluhkan anjloknya harga cabai hanya Rp 13.000 per kilogramnya. 

Padahal sebelumnya mencapai Rp30.000 sampai Rp40.000 perkilogramnya. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan melemahnya nilai tukar rupiah tersebut.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Minggu (16/9/2018) menyebutkan, saat ini harga cabai ditingkat petani hanya Rp13.000 perkilogram sedangkan harga di pasaran sekitar Rp16.000 perkilogram.

Baca: Dua Kali Melancarkan Aksinya, Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Palembang Diringkus Petugas

Aan (45) petani cabai di Pagaralam mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan kondisi harga cabai di Pagaralam saat ini. Pasalnya saat ini harga jual ditingkat petani sangat anjlok.

"Kami jual hanya Rp13 ribu perkilogramnya pak. Padahal sebelumnya harga cabai di tingkat petani mencapai Rp30 ribu sampai Rp40 ribu pak," ujarnya.

Para petani tidak tahu apa penyebab anjloknya harga cabai tersebut. Pasalnya saat ini jika dilihat dari stok dipasaran cabai tidak terlalu banyak.

Baca: Terperosok ke Papan Tengah, Manajemen Sriwijaya FC Revisi Target Dari 3 Besar

"Kami petani seakan selalu menjadi korban pak, sebab jika harga komuditi turun kita langsung merasakan dampaknya. Namun jika harga naik kita kadang tidak tahu," katanya.

Agen cabai dipasar Sub Agrobisnis Terminal Nendagung, Mawan (42) mengatakan, akibat tidak stabilnya harga seluruh komuditi pertanian akibatnya banyak agen tidak mengirim sayur keluar kota.

"Kami sudah hampir enam bulan ini tutup tidak mengambil cabai dari petani. Biasanya, sekali kirim bisa sampai 20 karung cabai untuk satu agen yang memesan. Namun saat ini harga tidak stabil jadi kita khawatir merugi," jelasnya.

Baca: Masih Dihukum Akibat Oknum Suporter, Sriwijaya FC Pasrah Minim Dukungan Saat Jamu Persebaya

Pihaknya berharap ke depan hasil bumi terutama pertanian dan perkebunan bisa membaik. Seharusnya, jika dolar tinggi, harga komoditi juga tinggi sehingga meskipun nilai tukar rupiah melemah, petani bisa terus sejahtera.

"Jika harga komuditi pertanian di Pagaralam anjlok maka masyarakat Pagaralam akan sangat merasakan dampaknya. Pasalnya mayoritas penduduk Pagaralam merupakan petani. Murahnya harga komuditi pertanian akan berpengaruh pada semua perekonomian di Pagaralam," katanya

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved