Berita Palembang

Pasca Asian Games 2018 & tak Lagi Gratis, Antusias Wong Kito Naik LRT Tetap Ramai

Dihari pertama pasca Asian Games, Senin (3/9/2018) terpantau animo masyarakat Kota Palembang yang ingin menaiki moda transportasi masal LRT

Pasca Asian Games 2018 & tak Lagi Gratis, Antusias Wong Kito Naik LRT Tetap Ramai
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Suasana di dalam kereta LRT, Senin (3/9). Meski saat ini tidak gratis namun LRT masih menjadi pilihan masyarakat. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Dihari pertama pasca Asian Games, Senin (3/9/2018)  terpantau animo masyarakat Kota Palembang yang ingin menaiki moda transportasi masal Light Rail Transit (LRT) masih terlihat ramai, meski tidak sepadat saat digratiskan.

Dari pantauan Sripoku.com di tiga stasiun yakni, Stasiun Ampera, Cinde dan Bumi Sriwijaya masih ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin mencoba moda transportasi masal tersebut.

Anita (32) salah satu penumpang LRT saat ditemui dalam perjalanan dari stasiun Ampera mengungkapkan, meski sudah beberapa kali mencoba LRT, dirinya masih mengajak keluarganya untuk berpergian menggunakan transportasi masal tersebut. Hal ini dirasakan, LRT dianggap nyaman dibandingkan transportasi lain.

"Selama gratis kita sudah coba. Hari ini waktu udah tidak gratis kita masih menggunakan kereta dengan tujuan Palembang Icon. Enaknya naik LRT perjalanan memang lebih cepat dan terasa nyaman," ujarnya.

Suasana di dalam kereta LRT, Senin (3/9/2018). Meski saat ini tidak gratis namun LRT masih menjadi pilihan masyarakat.
Suasana di dalam kereta LRT, Senin (3/9/2018). Meski saat ini tidak gratis namun LRT masih menjadi pilihan masyarakat. (SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL)

Baca: Tak Terekspose, 7 Alumni Pencarian Ajang Berbakat Ini Ternyata Telah Tiada, No 3 Karena Dibunuh!

Baca: Usai Ledek Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad, Youtuber Ria Ricis Alami ‘Musibah’, Perhatikan Detik 9.17

Berbeda dengan Anita, Anjas (26) salah satu Volunteer Asian Games, mencoba LRT untuk terakhir kalinya sebelum kembali ke Kotanya. Anjas yang naik dari stasiun DJKA tujuan Bandara memang bertujuan untuk pulang ke kotanya usai perhelatan Asian Games.

"Biar lebih cepat ke bandara saya naik LRT saja. Ini jadi momen terakhir saya di Palembang. Belum tau kapan lagi ke Palembang, tapi saya punya cerita tentang LRT dari Palembang yang bisa saya bagikan ke teman-teman di kota saya," ungkap Volunteer asal Surabaya tersebut.

Para penumpang yang menggunakan jasa transportasi LRT saat ini memiliki waktu menunggu sekitar 40-60 menit hingga kereta selanjutnya datang. Hal ini dikarenakan jumlah trainset yang beroperasi baru empat trainset saja.

"Melihat kondisi ketersediaan kereta atau gerbong yang ada, jadi sudah kita mulai operaskan empat trainset. Dengan operasionalnya empat trainset LRT itu diyakini dapat beroperasi secara maksimal dengan mengangkut masyarakat umum," ungkap Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti kepada Sripoku.com.

Jarak tempuh Bandara menuju stasiun pemberhentian terakhir DJKA atau sebaliknya memakan waktu satu jam perjalanan sedangkan untuk jarak tempuh per stasiun sekitar 5-40 menit. Sedangkan untuk tarif normal mulai 3 September, Rp 5.000 untuk antar stasiun dan Rp 10 ribu stasiun Bandara ke stasiun DJKA atau sebaliknya.

"Jadi mulai 3 September (Hari ini) masyarakat yang ingin menikmati moda transportasi LRT akan dikenakan biaya atau tarif sebesar Rp 5 Ribu untuk antar stasiun dan Rp 10 Ribu dari DJKA ke Bandara dan sebaliknya," bebernya.

Tidak sampai disitu, dari enam stasiun yang ada saat ini jumlah penumpang yang ingin naik LRT per keretanya dibatasi. Untuk perjalanan dari Stasiun Bandara menuju Stasiun DJKA, masyarakat dapat naik di empat stasiun.

Diantaranya Stasiun Bandara sejumlah 100 penumpang. Stasiun Bumi Sriwijaya 100 penumpang Stasiun Cinde sebanyak 60 penumpang dan Stasiun Ampera sebanyak 70 penumpang.

Lalu, perjalanan dari stasiun DJKA ke Stasiun Bandara akan dibatasi di lima stasiun.Yakni, stasiun DJKA sebanyak 80 penumpang. Stasiun Jakabaring 80 penumpang. Stasiun Ampera sebanyak 50 penumpang. Stasiun Cinde sebanyak 50 penumpang dan Stasiun Bumi Sriwijaya sebanyak 70 penumpang. (*)

Penulis: Rangga Erfizal
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved