Kisah 30 Prajurit Kopassus Terpaksa Pakai Cara Mistis Usir 3000 Pemberontak Kongo dalam Sekejap

Peristiwa tersebut terjadi saat anggota Kopassus yang masih bernama RPKAD diminta PBB untuk menjaga perdamaian di Kongo, pada 1962.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Candra Okta Della

SRIPOKU.COM - Penyamaran sempurnah menjadi bekal mumpuni yang dimiliki Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam menghancurkan pertahanan musuh. 

Kejelian melihat medan ditopang mental baja tak takut mati, Kopassus bahkan bisa menghancurkan markas pemberontak dengan ribuan prajurit. 

Bukan sekedar nekat, apa yang mereka lakukan penuh perhitungan bahkan begitu lihai melihat peluang. 

Cerita ini dilansir dari pemilik akun Kaskus, Agung Mina.

Dalam artikel yang ditulisnya berujudul LES SPIRITESSES - Kisah Kontingen Garuda III di Kongo, 1962, menyebutkan kisah rinci ini berdasarkan informasi dari intelijen.

Tahun 1962, saat itu Kopassus terjun menjadi pasukan perdamaian dunia bersama PBB. 

Tergabung dalam tim Garuda III, Kopassus memiliki misi menghancurkan markas musuh di Kongo, Afrika. 

Tugas berat itu menjadi ujian sekaligus titik awal bagaimana Kopassus mencetak sejarah melegenda di PBB.

Peristiwa tersebut terjadi saat anggota Kopassus yang masih bernama RPKAD (Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat), diminta PBB untuk menjaga perdamaian di Kongo, pada 1962.

Kala itu, Kongo tengah dilanda konflik mencekam akibat adanya pemberontak.

Baca: Usai Peluk Jokowi & Prabowo, Hanifan Yudani Lamar Kekasihnya yang Juga Atlet di Acara TV

Baca: 7 Fakta Via Vallen, Dituduh Tak Perawan hingga Punya Suami dan Anak. No 6 Pembenci pun Kagum

Baca: Tak Mampu Bendung Air Matanya Usai Jalani Sidang, Roro Fitria: Saya Tak Kuat Hidup di Penjara

Akhirnya, Indonesia pun mengirimkan tim terbaik yang dikenal sebagai pasukan Garuda III.

Letjen Kemal Idris lah yang saat itu memimpin Pasukan Garuda III.
Mereka bermarkas di kawasan Albertville.

Selama bertugas di sana, pasukan Garuda III mudah beradaptasi dengan warga setempat.

Para anggota Kopassus kerap berinteraksi hingga mengajarkan cara memasak makanan Indonesia.

Prajurit baret merah Kopassus
Prajurit baret merah Kopassus (IST)

Tak heran, warga kerap menaruh kepercayaan tinggi.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved