Berita OKI

Pemilik Lahan Larang Alat Berat Bekerja di Lahan yang Belum Dibayar

Pemilik lahan sawah yang dilalui proyek megah tersebut melarang pekerja untuk melakukan pekerjaan di atas lahan yang belum dibayar.

Pemilik Lahan Larang Alat Berat Bekerja di Lahan yang Belum Dibayar
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Jali terus memantau lahan sawahnya yang belum diganti rugi oleh pihak pemerintah, agar pekerja tidak menggarap lahannya sebelum ada penyelesaian. 

Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Pembangunan Jalan Tol Pematang Panggang-Kayuagung, masih terkendala ganti rugi.

Sehingga pemilik lahan sawah yang dilalui proyek megah tersebut melarang pekerja untuk melakukan pekerjaan di atas lahan yang belum dibayar.

Pantauan di lapangan, Minggu (5/8/2018) pekerjaan penimbunan jalan tol Pematang Panggang-Kayuagung, terus dilakukan.

Para pekerja melakukan penimbunan di atas lahan yang sudah diganti rugi oleh pihak pemerintah. Sementara lahan sawah yang belum ada kesepakatan, tak tersentuh penimbunan.

Sepeti lahan sawah yang belum diganti rugi tadi yakni, milik Jali (48) warga Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), di lokasi STA 2+500 sampai STA 2+700.

Belum digantinya oleh pemerintah, lantaran Jali menolak ganti rugi karena, ukuran dari petugas BPN dianggap tidak menguntungkan pemilik lahan, karena berubah-rubah.

"Terus terang saya kecewa dengan pihak pemerintah yang tidak mengindahkan keinginan masyarakat. Selain itu, tim ukur dianggap tidak transparan dalam menentukan pengukuran dan ganti rugi lahan," kata Jali yang mengganggap proses pengukuran ada permainan dari oknum. Sehingga hasil luas dari pengukuran kerap kali tidak cocok dan hasil ukur bisa berpindah.

Masih kata Jali, kini pihaknya tidak lagi memperdulikan tentang hasil luas ukuran. Karena ini sudah sifatnya jual beli lahan sawah dan kerugian selama 2 tahun dirinya tidak menggarap sawah dan penghasilan sebagai pencari ikan di lokasi sawah juga hilang.

"Sudah banyak kerugian, selama 2 tahun ini tidak menanam padi. Hasil pencarian ikan disawah hilang," ujar Jali yang menegaskan dalam kasus lahan sawahnya yang masuk dalam proses pembangunan jalan tol, kini sudah dikuasakan penuh kepengurusannya hingga selesai kepada Lembaga Organisasi Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten OKI.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help