Berita Pagaralam

Sepi Pembeli, Pasar Mingguan di Pagaralam Ini Ditinggal Pedagang, Kini Dipenuhi Semak Belukar!

Diduga akibat sepinya pembali di Pasar Kalangan (Pasar Mingguan) Dusun Gunung Agung Kecamatan Dempo Utara ditinggal para pedagang.

Sepi Pembeli, Pasar Mingguan di Pagaralam Ini Ditinggal Pedagang, Kini Dipenuhi Semak Belukar!
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
PASAR KALANGAN : Lapak pedagang di kalangan Dusun Gunung Agung Tengah mulai rusak dan dipenuhi semak belukar. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM-- Diduga akibat sepinya pembali di Pasar Kalangan (Pasar Mingguan) Dusun Gunung Agung Kecamatan Dempo Utara ditinggal para pedagang. Akibatnya aktivitas jual beli di Kalangan tetsebut berhenti total.

Pantauan Sripoku.com, Jumat (3/8/2018) sekitar seratus lebih lapak terbuat dari bambu di kalangan ini nampak kosong. Beberapa buah lapak sudah rusak dan dipenuhi semak belukar.

Sam (45) salah satu warga mengatakan, bahwa sudah sejak beberapa bulan ini tak tampak aktivitas jual beli antara konsumen dan pedagang, layaknya sebuah pasar tradisional.

"Sudah cukup lama tak ada pedagang yang jualan di sini. Kalau tidak salah, sudah dua bulan," katanya.

Baca:

Dapat Permohonan Maaf dari Sule, Ini Respon Shandy Aulia, Sebut Tentang Menghakimi dan Dihakimi

3 Menit Kontak Senjata dengan Polisi, Bandit Berjimat Kulit Harimau Akhirnya Tewas Diterjang Peluru

Warga tidak tahu persis apa yang menyebabkan kalangan tersebut berhenti beraktivitas. Padahal Kalangan tersebut disediakan pemerintah untuk membantu para pedagang berjualan.

"Padahal keberadaan kalangan Gunung Agung juga memudahkan warga sekitar untuk membeli berbagai kebutuhan hidup. Lokasi kalangan ini strategis. Di tengah-tengah. Jadi warga Gunung Agung, Bumi Agung bahkan Janang mudah untuk menjangkaunya," jelasnya.

Sekretaris Lurah Gunung Agung, Feri SE membenarkan bahwa kalangan tersebut sudah tak beroperasi.

"Kalau ditanya sejak kapan, saya kurang tahu. Tapi, beberapa kali saya lewat sana, memang sepi. Hal ini terjadi mungkin karena para pedagang merasa tak cocok dengan lokasi kalangan yang dianggap sepi. Kondisi ini akan kita laporkan kepada pihak kecamatan," katanya.

Camat Dempo Utara, Bahrul Hidayat membenarkan hal tersebut. Bahkan saat ini pedagang sudah kembali ke pasar yang lama yaitu Kalangan Bumi Agung.

"Sekarang ini, tiap dusun sudah ada kalangan. Di Bumi Agung, kalangannya tiap Jumat pagi. Kita tak akan membiarkan kondisi kalangan Gunung Agung terus seperti itu. Dalam waktu dekat, akan berkoordinasi dengan instansi terkait, mencari jalan ke luar yang terbaik," katanya.(*)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help