Berita Prabumulih

Pemerintah Kota Prabumulih Imbau Warga tak Bakar Hutan dan Lahan. Sengaja Bakar Dipenjara 15 Tahun

Imbauan tidak membakar lahan itu selain untuk menghindari makin banyaknya lahan terbakar

Pemerintah Kota Prabumulih Imbau Warga tak Bakar Hutan dan Lahan. Sengaja Bakar Dipenjara 15 Tahun
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON BASTARI
Kepala Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkot Prabumulih, Drs Aris Priadi 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Untuk menghindari agar tidak terjadinya kebakaran lahan memasuki musim kemarau saat ini, Pemerintah Kota Prabumulih melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengimbau seluruh masyarakat di Bumi Seinggok Sepemunyian agar tidak sengaja membakar lahan atau hutan.

"Saat ini sudah memasuki musim kemarau jika membuka lahan kebun dengan membakar tentu akan menjalar ke hutan lain dan akan sulit dipadamkan, untuk itu kami imbau agar masyarakat jangan membakar lahan dan hutan," ungkap Kepala Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkot Prabumulih, Drs Aris Priadi ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (3/8/2018).

Menurut Aris, bagi masyarakat yang sengaja membakar lahan dan hutan maupun semak belukar bisa dikenakan sanksi pidana 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar sesuai UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

"Selain itu berdasarkan UU nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan dimana menyatakan apabila pembakaran dilakukan dengan sengaja akan dikenakan pidana paling lama 3 tahun dan denda 3 miliar, untuk itu agar masyarakat jangan asal bakar lahan atau hutan," katanya.

Imbauan tidak membakar lahan itu selain untuk menghindari makin banyaknya lahan terbakar, juga sebagai satu di antara upaya dalam mendukung serta menyukseskan perhelatan akbar di Sumatera Selatan yakni Asian Games 2018.

"Karena jika banyak kebakaran tentu menyebabkan asap meningkat sehingga selain mengganggu pelaksanaan asian games juga akan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, untuk Prabumulih sendiri kebakaran didominasi oleh kebakaran lahan dan semak belukar atau hutan," jelasnya.

Disinggung sepanjang 2018 berapa banyak kejadian kebakaran lahan, pria yang sebelumnya menjabat Kepala PMD ini menerangkan hingga saat ini ada sembilan kejadian kebakaran lahan.

"Kebakaran itu kebanyakan belukar dan ilalang seperti pernah terjadi di kawasan Cambai tepatnya di belakang Dealer TAG, Karang Raja, Sukajadi dan lainnya. Namun kita bersyukur dari sembilan kejadian itu semuanya bisa diatasi dengan cepat oleh petugas kita sehingga tidak menjalar lebar ke hutan atau kebun warga," bebernya.

Aris mengharapkan, jika ada kebakaran baik di hutan, lahan maupun rumah agar masyarakat yang melihat atau mengetahui segera melapor ke pihaknya sehingga secepatnya bisa diatasi.

"Jika ada kebakaran diharap masyarakat melapor ke posko kota di Jalan Taman Murni samping Rumah Dinas Walikota Prabumulih atau menghubungi nomor posko pemadam kebakaran yakni 0713-3300696," harapnya. (Tribun Sumsel.com/Edison Bastari)

Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved