Berita Palembang

Takut Suaminya tidak Mati, Wanita Ini Datang ke Rumah Sakit dan Menusuknya hingga Tewas

Terdakwa langsung menuju ke rumah sakit dan langsung menusukkan pisau ke arah perut kanan korban bagian atas,

Takut Suaminya tidak Mati, Wanita Ini Datang ke Rumah Sakit dan Menusuknya hingga Tewas
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Suciati (37) ibu rumah tangga yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan ketika menjalani sidang agenda dakwaan di PN Klas IA Palembang, Kamis (2/8/2018). 

Laporan wartawan sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Suciati (37), ibu rumah tangga ini hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu ketika menjalani sidang di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (2/8/2018).

Dalam sidang perdana dengan agenda dakwaan, Suciati yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan terhadap suaminya ini didakwa jaksa dengan pasal berlapis.

Surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi SH, terdakwa Suciati didakwa dengan pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP, dan pasal 44 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia No, 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Pasal yang diterapkan yakni bahwa terdakwa Suciati menghilangkan nyawa orang lain.

Sepanjang mendengarkan surat dakwaan jaksa, terdakwa Suciati terus menundukkan kepalanya dan terlihat pasrah dengan dakwaan jaksa.

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU, Ketua Majelis Hakim Yohanes SH menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda keterangan terdakwa Suciati.

Berdasarkan berkas jaksa, Suciati merupakan terdakwa kasus pembunuhan terhadap suaminya yakni Isnadi. Kejadian bermula pada pagi hari Rabu 7 Maret 2018, terdakwa mendapati korban sedang berada di rumah selingkuhannya yang tidak jauh dari rumah terdakwa.

Lalu terdakwa mengajak korban pulang ke rumah, sesampainya di rumah, korban memarahi terdakwa dan selanjutnya korban memukul terdakwa dan membenturkan kepala terdakwa ke dinding hingga terdakwa kesakitan dan mengalami pusing pada kepala.

Setelah itu korban berbaring untuk tidur sambil meletakkan satu bilah pisau di sebelah tempat tidurnya.

Saat itulah timbul rencana untuk membunuh korban, sehingga tanpa berfikir panjang lagi, terdakwa mengambil pisau tersebut lalu menusukkan pisau ke bagian perut di atas pusar sebanyak satu kali.

Kemudian korban berusaha bangkit dari tempat tidur dan menarik rambut dan membenturkan kepala terdakwa, lalu berlari keluar dan berteriak minta tolong saat itu korban ditolong oleh warga dan diantar ke rumah sakit.

Terdakwa berfikir kalau korban masih hidup dan sembuh kembali, maka korban akan dendam kepada terdakwa dan bahkan membunuh terdakwa.

Kemudian terdakwa langsung menuju ke rumah sakit dan langsung menusukkan pisau ke arah perut kanan korban bagian atas, dan akhirnya korban meninggal dunia.(Welly Hadinata)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help