Berita Palembang
Dilarang Merokok di Setiap Sudut Kompleks Jakabaring Sport City, Dendanya Segini
Jelang Asian Games 2018, pihak PT Jakabaring Sport City mulai menggiatkan kembali larangan merokok di setiap sudut kompleks JSC.
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Tresia Silviana
Laporan wartawan sripoku.com, RM Resha AU
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Jelang Asian Games 2018, pihak PT Jakabaring Sport City (JSC) mulai menggiatkan kembali larangan merokok di setiap sudut kompleks JSC.
Ada 17 papan pengumuman dilarang merokok berukuran 1,2 x 0,9 meter yang tersebar di seluruh titik strategis yang ada di kompleks tersebut. Kemudian satu unit ukuran besar, 2 x 4 meter.
Pemasangan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
"Sebenarnya peraturan daerah tentang larangan merokok itu sudah ada. PT JSC memiliki keinginan sejak dulu untuk bebas tembakau, sekarang kita giatkan lagi,” kata Corporate Secretary PT JSC Mirza Zulkarnain.
Memang dalam papan larangan merokok tersebut, disebutkan jika merokok di kompleks JSC yang merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dianggap melanggar peraturan daerah Provinsi Sumsel No. 7 tahun 2015 dan Peraturan Kota Palembang No. 7 Tahun 2009.
Tak main-main, sanksinya lumayan berat bagi yang melanggar. Yaitu dikenakan denda paling banyak Rp. 500.000 atau kurungan minimal 3 bulan (Pasal 24 Perda Provinsi Sumsel No. 7 Tahun 2015).
Mirza berharap keberadaan pengumuman tersebut dapat meningkatkan kesadaran bagi pengunjung, dan semua yang berada di kompleks JSC.
Menurut Mirza, PT JSC saat ini masih dalam tahap himbauan dan pemberitahuan terkait itu.
“Tentunya nanti akan ada tahap berikutnya, mungkin akan disiapkan tempat tertentu untuk merokok. Bahkan bisa saja justru tidak diperbolehkan sepenuhnya,” beber Mirza.
PT JSC juga akan meninjau serta menerima masukan dari berbagai pihak, sebelum membuat keputusan yang lebih jauh.
Apalagi ke depan, PT JSC memiliki sejumlah rencana untuk mengembangkan potensi yang ada.
“Kita ada rencana membuat food court (area makan). Baik orang asing maupun lokal, ada yang terbiasa merokok setelah makan. Makanya sejauh ini kita terus mempertimbangkan sejumlah masukan,” jelasnya.