Berita Palembang

Panggil Pihak Pengelola JSC, Kapolda Sumsel Pertanyakan Steril Fasilitas AG

Terkait perkembangan kasus rusaknya kursi penonton sebagai fasilitas Asian Games (AG) di Stadion Gelora Sriwijaya (GSJ) Jakabaring

Panggil Pihak Pengelola JSC, Kapolda Sumsel Pertanyakan Steril Fasilitas AG
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Terkait perkembangan kasus rusaknya kursi penonton sebagai fasilitas Asian Games (AG) di Stadion Gelora Sriwijaya (GSJ) Jakabaring, menjadi pertanyaan bagi petugas penyidik.

Diketahui Stadion GSJ Jakabaring, merupakan venue yang dipersiapkan untuk cabor sepakbola wanita pada Asian Games.

Namun tetap dipergunakan untuk laga Liga I antara Sriwijaya FC dan Arema.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, seluruh venue di Komplek Jakabaring Sport City (JSC) seharusnya steril dari seluruh kegiatan atau aktifitas di luar Asian Games.

Jadi seharusnya memang tidak ada kegiatan apa pun yang di luar Asian Games.

"Saya sudah menyampaikan kepada Kasatreskrim dan Kapolresta Palembang, pihak manajemen juga harus dimintai keterangan, baik dari manajemen Sriwijaya FC maupun manajemen PT JSC. Setahu saya itu tidak boleh lagi digunakan untuk fasilitas selain Asian Games," ujar Zulkarnain, Rabu (25/7/2018).

Alasan ini sangat mendasar bagi Zulkarnain. Dikarenakan pada saat Polda Sumsel sempat mencoba meminjam Dinning Hall di wisma atlet pada April dan Mei 2018 lalu melalui surat resmi untuk digunakan sebagai tempat pendaftaran calon bintara.

Namun permintaan itu ditolak karena lokasi seluruh kawasan komplek Jakabaring sudah steril dari kegiatan.

"Jadi artinya ini apapun kegiatan di sana (JSC) mestinya untuk Asian Games, tapi ini kenapa untuk liga masih boleh, masih banyak lapangan yang lain. Artinya saya juga minta pertanggung jawaban mereka (pengelola JSC), saya tidak main-main, kalau itu memang boleh ya silahkan, tapi kalau tidak boleh siapa yang memaksanya itu," tegas Zulkarnain.

Jenderal bintang dua ini juga menegaskan, diharapkan seharusnya seluruh failitas Asian Games itu memang benar digunakan untuk Asian Games dan jangan yang lain.

Jika nantinya ada kelalaian dari pihak pengelola, tentu bisa dikenakan dengan pasal 55-56 KUHP yakni tentang ikut serta atau ikut membantu terjadinya tindakan kriminal.

"Tentunya akan kita proses semuanya. Jika memang terbukti, pihak yang bertanggung jawab itu bisa dikenakan pidana. Namun kita mintai dulu keterangannya," ujar Zulkarnain.

Baca: September Mendatang Syahrini Akan Gelar Konser di Jakarta, Harga Tiketnya Hingga Puluhan Juta

Baca: Mewahnya Tempat Bermalam Nikita Willy di Bhutan, Tarif Menginap Rp 11 Juta Per Malam

Baca: Sriwijaya FC Menang Telak Lawan PS Bangka Selection, Skor Akhir 4-0

Baca: Siarkan Acara Asian Games 2018, Jokowi Ajak Wishnutama Bertemu, Makanannya Jadi Sorotan

Baca: Asian Games Tinggal Menghitung Hari, Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang

Baca: BREAKING NEWS: Kepulan Asap Hitam Membubung Tinggi di Kawasan Dr M Isa Palembang

Penulis: Welly Hadinata
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved