Berita Palembang

Targetkan Laba Bersih Rp 100 M, Ini Upaya Yang Dilakukan PDAM Tirta Musi

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang menargetkan dapat membukukan laba bersih senilai Rp 100 Milyar

Targetkan Laba Bersih Rp 100 M, Ini Upaya Yang Dilakukan PDAM Tirta Musi
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Dirut PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang menargetkan dapat membukukan laba bersih senilai Rp 100 Milyar sampai dengan akhir tahun ini.

Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang Andi Wijaya mengatakan untuk mencapai target tersebut pihaknya telah melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas dengan pembangunan instalasi pengolahan air bersih di daerah Seberang Ulu 500 liter/detik yang akan selesai pada akhir Juli ini.

"Upaya tersebut juga agar semua daerah di pinggiran mendapat pasokan air yang sama seperti di daerah Kota. Sebab pada tahun 2016 debit kritis, neraca air negatif sudah mendekati minus 660 liter per detik," ujarnya, Kamis (05/07/2018).

Sementara untuk kawasan Seberang Ilir Palembang, tambah Andi, baru akan dibangun instalasi pengolahan sebesar 1100 liter/detik pada tahun 2019.

"Selama menunggu ini kami akan melakukan upaya peningkatkan kapasitas. Mudah-mudahan 2020 sudah ada efeknya," tambahnya.

Meski demikian, dia menyadari beberapa daerah pinggiran kota Palembang lainnya belum bisa teraliri pasokan air bersih mengingat perlunya upaya analisa jaringan sebelum meluluskan permintaan pemasangan dari calon pelanggan.

"Pemasangan bisa untuk daerah tertentu dan tidak bisa untuk daerah tertentu juga. Daerah Talang Jambe, Sako, Gandus dan Sematang Borang itu masih kami seleksi apakah bisa dialiri atau belum." katanya.

Terkait tunggakan pembayaran tagihan pelanggan yang masih belum terpenuhi hingga target 100 persen, pihak PDAM tetap memberikan toleransi pembayaran bagi pelanggan yang belum melaksanakan kewajibannya.

Aliran air tidak  akan diputuskan secara permanen untuk pelanggan yang menunggak pembayaran dua bulan tagihan berturut-turut. Tindakan akhir berupa pemutusan permanen jika dari pihak pelanggan tidak ada inisiatif melakukan penyelesaian pembayaran pada bulan ketiga.

"Dua bulan tidak membayar kami lakukan pemutusan sementara. Jika pelanggan menyelesaikan pembayaran aliran air akan diaktifkan kembali namun jika sampai bulan ketiga masih belum dibayar akan diputuskan permanen." tutupnya.

Baca: Sampai Dipuji Sandra Dewi, Begini 4 Potret Memesonanya Titi Kamal di Acara IMAA 2018

Baca: Sampai Dipuji Sandra Dewi, Begini 4 Potret Memesonanya Titi Kamal di Acara IMAA 2018

Baca: Niatnya Nostalgia, Postingan Oki Setiana Dewi Berhasil Buktikan, Dulu Ria Ricis Kalem & Anggun

Baca: Paham Radikal Mengintai, Wabup Sumsel Sebut Ini Sarana Utama Penyebarannya

Baca: Siapkan Dana Rp 895 juta, Besok Mensos Janji Akan Beri Bantuan Kepada Korban KM Lestari Maju

Baca: Bukan Hanya Kurang Tidur, Ini Penyebab Kantung Mata Jadi Hitam Menurut Medis

Baca: Bukan Hanya Kurang Tidur, Ini Penyebab Kantung Mata Jadi Hitam Menurut Medis

Baca: Sidang Cerai Sule, Lina Minta Mediasi Tertutup, Dan Begini Hasil Keputusan Hakim

Baca: Tri Permudah Beli Konten & Aplikasi Digital Tanpa Kartu Kredit, Begini Caranya

Baca: Sidang Cerai Sule, Lina Minta Mediasi Tertutup, Dan Begini Hasil Keputusan Hakim

Baca: Tri Permudah Beli Konten & Aplikasi Digital Tanpa Kartu Kredit, Begini Caranya

Baca: Pilot Garuda Mogok, Legislator Desak Presiden Jokowi Turun Tangan

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Siti Olisa
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved