Sedang Hamil Besar, Lihat apa yang Terjadi saat Wanita ini Naik Kereta Bawah Tanah di London
Akan tetapi bagi Anna Whitehouse yang merupakan seornag blogger, hal tersebut justru masih belum nampak sepenuhnya.
Penulis: Ahmad Sadam Husen | Editor: Ahmad Sadam Husen
SRIPOKU.COM -- Bagi sebagian orang, ketika sedang menaiki alat transportasi umum, memberikan kursi kepada ibu hamil, penyandang disabilitas atau manula adalah etika yang lumrah dilakukan.
Akan tetapi bagi Anna Whitehouse yang merupakan seornag blogger, hal tersebut justru masih belum nampak sepenuhnya.
Untuk membuktikan hal ini, Anna melakukan tes.
Dengan menggunakan perut palsu yang mirip seperti ibu hamil, Anna mengendari kereta bawah tanah di London untuk melihat seperti apa reaksi orang-orang yang melihatnya.
Apakah mereka akan memberikan kursinya atau tidak, mengingat di hari yang sama suhu di London menyentuh angka 25 derajat Celcius.

===
Anna memiliki misi agar setiap calon ibu untuk berani meminta kursi ketika dalam alat transportasi umum.
Akan tetapi, ketika melakukan tes tersebut, ia menyadari kalau hanya empat dari 10 orang di dalam kereta yang melihatnya dan mau memberikan tempat duduknya.
Bahkan, seorang pria baru mau memberikan tempat duduknya saat Anna memintanya.
"Ramai, panas, dan berdesak-desakkan mungkin merupakan kondisi yang sangat menekan secera fisik dan mental, dan bisa mendapat tempat duduk mungkin akan terasa sangat berbeda jika kita dalam situasi seperti itu," ujar Anna.
"Akan tetapi, dari apa yang aku rasakan, aku merasa masih banyak orang terlalu fokus dengan ponslenya sampai-sampai tak peduli kondisi sekitar, ada juga yang baru mau memberi kursinya saat diminta lebih dulu."
"Aku ingin setiap orang yang butuh tempat duduk untuk mengenakan tanda khusus dan berani menatap."
"Kalau itu gagal, jangan hanya diam, cobalah meminta," ujar Anna."

===
Hasil penelitian terhadap 2.000 penumpang kereta api yang dilakukan oleh Mama Mio menemukan kalau satu dari empat penumpang tak mau memberikan kursinya karena merasa sang ibu hamil mungkin tak terlalu membutuhkannya.