Robot ROV Pemantau Bangkai Kapal KM Sinar Bangun dan Korban Tersangkut, Basarnas Sampai Lakukan Ini

Robot ROV Pemantau Bangkai Kapal KM Sinar Bangun dan Korban Tersangkut, Basarnas Sampai Lakukan Ini

Robot ROV Pemantau Bangkai Kapal KM Sinar Bangun dan Korban Tersangkut, Basarnas Sampai Lakukan Ini
youtube
Robot ROV saat beroperasi di perairan Danau Toba mencari korban hilang KM Sinar Bangun 

SRIPOKU.COM - Pada evakuasi KM Sinar Bangun, Basarnas masih akan mendatangkan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) yang lebih canggih.

Apalagi, robot ROV bawah air milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang mengalami kendala pada saat merekam kondisi jenazah korban penumpang KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba.

Dan lamtalmal I Belawan Ali Triswanto, kepada Tribun-Medan.com mebenarkan sampai saat ini ROV terlilit tali kapal di dasar danau.

Karenanya, pihak TNI AL ikut dan berusaha membantu Basarnas untuk melapaskan lilitan tersebut.

"Iya, benar. Kita juga sedang ikut dan berusaha melepaskan tali itu. Caranya jangkar yang diturunkan dapat melilit di ROV,"ujar Ali di Pelabuhan Tiga Ras, Sabtu (30/6/2018).

Terkait visual terkini, kata Ali masih sesuai yang sebelumnya direkam. Jenazah yang terekam masih pada posisi tetap.

Untuk membantu evakuasi jenazah ROV akan didatangkan dari Surabaya. Direncanakan akan tiba hari ini dengan menggunakan pesawat hercules. 

Robot ROV saat beroperasi di perairan Danau Toba mencari korban hilang KM Sinar Bangun
Robot ROV saat beroperasi di perairan Danau Toba mencari korban hilang KM Sinar Bangun (Youtube)

Terkait ukuran, alat tersebut jauh lebih besar dari ROV sebelumnya. Untuk keseluruhan, peralatan sebanyak tiga kontainer.

"Alat baru ini akan samapai hari ini. "Insya allah sedang diusahakan. Lalu kapal ferry akan membawa kontainer ini. Ukurannya cukup besar hingga total keseluruhan tiga kontainer. Kita doakan hari ini bisa sampai,"tambah Ali.

Saat disinggung tentang alat yang didatangkan dari Singapore, dirinya menyebutbbahwa alat yang dimaksud adalah ROV yang akan didatangkan dari Surabaya. "Alat itu milik perusahaan swasta Indoesia namun dibuat di Singapore,"jelasnya.

Alat tersebut difokuskan untuk mengangkat korban. Sementara penggunaan pukat juga akan dipertimbangkan agar tidak sampai merusak keutuhan tubuh jenazah para korban.

Halaman
1234
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help