Berita Palembang

Pemkot Palembang dan BPOM Perketat Jajanan Berbuka Puasa di Pasar Beduk

Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan, pertemuan Pemkot Palembang dan BPOM untuk

Pemkot Palembang dan BPOM Perketat Jajanan Berbuka Puasa di Pasar Beduk
Sripoku. com /Yandi Triansyah
Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib saat menerima kunjungan dari BPOM 

Laporan Wartawan Sripoku.com Yandi Triansyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - - Pemerintah Kota Palembang dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palembang sepakat untuk memperketat pengawasan terhadap makanan, utamanya makanan berbuka puasa dan sahur yang dijual di pasar-pasar bedug kota Palembang.

Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan, pertemuan Pemkot Palembang dan BPOM untuk memastikan makanan yang dijual untuk berbuka dan sahur aman dikonsumsi.

"Pengawasan ini kita lakukan untuk memastikan makanan yang dijual di pasar-pasar bedug sudah aman dikonsumsi konsumen, tanpa formalin dan sejenisnya" Ungkap Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib saat menerima audensi di Tasik Palembang.

Pelaksanaan pengawasan nantinya, lanjut Najib, akan melibatkan tim BPOM dan instansi terkait Pemerintah kota Palembang.

"Nanti tim kita bersama BPOM akan keliling ke seluruh pasar bedug di Palembang, mengecek langsung kondisi makanan disana, jika memang ada pelanggaran, akan langsung ditindak" Ujar Akhmad Najib. 

Sementara itu, kepala BPOM di Palembang  Dewi  Prawitasari mengatakan,  BPOM akan terus komitmen melakukan pengawasan terhadap pedagang - pedagang nakal yang memberikan bahan pengawet di dalam makanan yang dijualnnya. 

"Bersama Pjs Walikota Palembang kita tadi sudah sepakat untuk melakukan pengawasan bersama, dimana nanti kami akan melakukan sidak selain dinas terkait, Pemkot Palembang juga akan menyertakan Sat Pol PP untuk mengawal kami, sehingga jika ditemukan pedagang nakal, akan langsung ditindak" Ujar Dewi  Prawitasari.

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, dalam waktu beberapa hari ini pihaknya sudah berhasil melakukan tindakan terhadap 3 produsen tahu dan mie di Palembang  yang positif mengandung formalin. 

"Sudah kami tindak, dan berkahnya sudah kami serahkan kepada kejaksaan untuk segera disidang, kami berharap ini menjadi efek jera bagi produsen-produsen makanan nakal" Ujar Dewi.

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help