Berita Palembang

Ketua MUI Kota Palembang Ajak Warga Jangan Latah Sebar Berita Hoaks

Menyikapi maraknya pemberitaan hoaks yang disebar pasca bom yang dilakukan terduga teroris, mantan Ketua PWNU Sumsel KH Amri Siregar

Ketua MUI Kota Palembang Ajak Warga Jangan Latah Sebar Berita Hoaks
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua MUI Kota Palembang M Saim Marhadan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menyikapi maraknya pemberitaan hoaks yang disebar pasca bom yang dilakukan terduga teroris, mantan Ketua PWNU Sumsel KH Amri Siregar menyatakan jika terorisme adalah musuh bersama. Karenanya masyarakat tidak boleh takut.

"Agama tidak mengajarkan membunuh sesama, jelas ini musuh kita bersama," katanya.

Amri tak menampik salah sumber teror karena banyak berita-berita hoaks. Bahwa berdasar data Kominfo lebih 50 berita di media sosial hoaks. Karenanya masyarakat harus teliti berita di medsos.

Oleh sebab itu, langkah penertiban berita hoaks harus digencarkan. Gerakan melawan berita hoaks agar dimassifkan.

"Kapolri kita ini sebenarnya cerdas, beliau sudah tahu untuk meredam aksi teror, stop berita hoaks di masyarakat," kata Amri.

Sebab dengan berita hoaks masyarakat awal mudah terprovokasi. Mereka kemudian mengamini apa yang diinginkan oleh penyebar hoaks untuk memecah belah umat dan masyarakat serta ancam NKRI.

Imbaun Tito kepada ulama dan tokoh masyarakat lainnya yang omongannya dapat mempengaruhi opini publik, agar dapat menyampaikan informasi yang akurat perlu didukung. Sampaikan berita secara akurat.

Baca:

BREAKING NEWS: Mencekam! Baku Tembak Polisi & Terduga Teroris Di Surabaya, 1 Orang Tewas

Niat Puasa Ramadan, Doa Buka Puasa, Niat Solat Tarawih dan Witir, Lengkap dengan Amalan!

"Kalau datanya enggak akurat, enggak kredibel, sedangkan figurnya dipercaya, diikuti, didengar oleh publik, ini bahaya nanti miss, bisa menyebabkan apa namanya itu kegaduhan," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua MUI Kota Palembang M Saim Marhadan yang mengajak umat Islam di Kota Palembang untuk tidak lengah dan tidak takut akan ancaman yang disebar teroris.

Serangkaian kasus sepekan ini tak bisa dilepaskan dari kasus kericuhan di Mako Brimob. Sebab saat itu bertebaran berita di media sosial soal perlakuan keji polisi kepada Napiter. Mulai dari soal melempar Alquran hingga pelecehan kepada istri napiter.

Berita-berita yang tidak dipertanggungjawabkan itu alias hoaks tersebar massif di grup-grup WA dan lainnya. Sebab pasca itu, di Mako ada penyerangan terhadap anggota polisi hingga tewas. Lalu polisi menangkap 2 wanita yang akan menyerang polisi.

Selain itu, Densus menangkap teroris di Cianjur dan Sukabumi. Mereka diidentifikasi akan menyerang Mako Brimob. Dan puncaknya serangan bom bunuh diri yang menyeramg gereja di Surabaya dan mapolresta Surabaya. Tak hanya itu Densus juga menangkap dua teroris di Palembang.

"Kita tidak boleh lengah. Sebagai Ketua MUI saya mengimbau jangan lengah. Mari kita bersatu. Ciptakan kerukunan intern umat muslim, antar umat beragama, dan juga dengan pemerintah. Yang kecil jangan dipermasalahkan. Islam sebenarnya lunak. Jangan belum apa-apa ini haram. Jaga kerukunan supaya kondusif," kata Saim Marhadan. (*)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help