NEWS VIDEO SRIPO

Omset Penjualan Kartu Seluler Menurun Penjualan dan Konsumen Keluhkan Dua Hal Ini

Sejak berlakunya aturan kementerian mengenai penggunaan NIK dan KK saat registrasi omzet penjualan kartu seluler terus menurun

Laporan Wartawan sripoku.com,Rahmad Zilhakim

SRIPOKU.COM,PALEMBANG - Mulai 31 Oktober 2017 lalu pemerintah mewajibkan pelanggan melakukan registrasi kartu perdana selular, Minggu (13/05/2018)

Sejak berlakunya aturan kementerian mengenai penggunaan nomor iduk kependudukan dan kartu keluarga saat registrasi kartu baru membuat omzet penjualan kartu seluler di kota Palembang terus menurun bahkan penurunan yang mereka rasakan hingga 60 persen

Yani,penjual kartu seluler di kawasan Pangeran SW Subekti mengatakan sebelum diberlakukan mereka bisa memperoleh keuntungan hampir 6 juta rupiah dalam satu hari.

Namun kini omset mereka menurun hanya 2 juta rupiah dalam satu hari

“Registrasi menggunakan NIK dan KK dianggap rumit serta menyusahkan apalagi terkadang lamanya waktu menunggu balasan dari server menghambat urusan konsumen”katanya.

Pemberlakuan registrasi jartu seluler tidak hanya dikeluhkan oleh penjual kartu selular

Namun dampak ini turut dirasakan konsumen
karena untuk membeli kartu mereka harus membawa KTP dan KK

Semenjak aturan terbaru registrasi konsumen lebih memilih pembelian kuota internet ke server operator lewat pulsa elektronik karena tidak rumit seperti penggunaan NIK dan KK

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help