Berita Palembang
Bawa Jumputan ke Puncak Tertinggi Afrika, Dua Pendaki Mapala Mafesripala Jajal Gunung Kilimanjaro
Mahasiswa Unsri kembali menunjukkan prestasinya dengan menjajal salah satu Seven Summit dunia. Kali ini dua pendaki Mahasiswa
Penulis: Yuliani | Editor: Reigan Riangga
Laporan wartawan Sripoku.com, Yuliani
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mahasiswa Unsri kembali menunjukkan prestasinya dengan menjajal salah satu Seven Summit dunia. Kali ini dua pendaki Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam (Mafesripala) akan menjajal puncak Uhuru Peak, Gunung Kilimanjaro, Afrika.
Rencana pendakian ini sendiri merupakan Kilimanjaro Series yang akan dilaksanakan oleh Muhammad Razaq dan M Bagus Nata. Keduanya menjadi dua orang atlet terpilih setelah melalui proses panjang selama enam bulan dan training center yang dilakukan oleh panitia pelaksana.
"Persiapan sudah dari Januari lalu, awalnya ada lima orang yang ikut seleksi. Terakhir latihan di bulan Mei ini lantas terpilihlah saya dan Bagus," ujar Razaq dalam pelepasan langsung oleh Rektor di gedung Magister Manajemen Unsri, Jumat (11/5/2018).
Baca: Ratusan Massa di Palembang Gelar Aksi Bebaskan Baitul Maqdis
Ia mengaku persiapan lebih ke fisik, karena kondisi iklim di Afrika hampir sama seperti di Indonesia yang beriklim tropis.
"Sebelumnya kami mendaki puncak Carstenz Pyramid, Puncak tertinggi di Papua. Kami memilih gunung Kilimanjaro sebagai tujuan kedua karena dari segi trek dan tingkat kesulitan lumayan sulit," jelas mahasiswa semster V ini.
Uniknya, rencana kedua mahasiswa yang sama-sama anak bungsu ini membawa misi ingin membentangkan kain jumputan di gunung yang memiliki tinggi 5895 MDPL tersebut.
"Kami mulai berngkat tanggal 13 nanti, disana selama dua minggu. Setelah sampai Kilimanjaro, selama satu hari masuk hutan terlebih dahulu," jelasnya.
Baca: Nassar Goyang Para Pendukung Pasangan Dodi Alex Noerdin-Giri Ramanda di BKK Palembang
Mengenai waktu yang bertepatan dengan bulan Ramadhan sendiri, Bagus menambahkan akan sebisa mungkin menjalankan puasa walaupun di tengah pendakian.
"Lihat kondisi, kalau fisik mengizinkannyankan kita puasa. Yang jelas kita coba saja dulu," ujarnya
Tak hanya itu, ekspedisi ini tercatat sebagai yang pertama kalinya di Sumatera yang dilakukan mahasiswa pecinta alam.
Baca: Beli AC Merk Ini! Gratis Jasa Pasang dan Diskon 40 Persen dari Hypermart Palembang Indah Mall
"Kalau persipan fisik kita sering olahraga saja. Tentunya sering berdoa semoga dipermudahkan," ungkapnya.
Sementara itu, ketua IKA unsri Agung Firman Sampurna yang turut melepas langsung kedua atlet Mafesripala ini mengaku seluruh pihak sangat mengapresiasi semangat Mafesripala untuk berkontribusi langsung dengan tujuan Unsri sebagai World Class University.
“Tidak hanya secara akademik, kami alumni bangga bisa jadi bagian dari Universitas Sriwijaya dan Fakultas Ekonomi yang memberi dukungan maksimal dalam kegiatan minat bakat,” tambahnya.
Baca: Berasal Dari Tempat Sama, Apa Perbedaan Magma dan Lava Saat Gunung Berapi Meletus Dahsyat?
Ia berharap kegiatan ini tak berhenti sampai disini. Dimana seluruh mahasiswa Unsri diharapkan berlomba untuk memberikan kebanggaan kepada almamater.
“Mari berlomba untuk memberikan yang terbaik bagi almamater,” ungkapnya.