Desa Burai Tanjung Batu Ogan Ilir dari tak Punya Jalan Darat hingga Jadi Seperti Ini

Desa Burai beberapa tahun silam sulit dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, hanya bisa dilalui jalur sungai seperti perahu.

Desa Burai Tanjung Batu Ogan Ilir  dari tak Punya Jalan Darat hingga Jadi Seperti Ini
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Menggunakan perahu karet milik BPBD, Bupati OI HM Ilyas Panji Alam beserta jajaran melintasi anak sungai kelekar di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten OI yang dijadikan tuan rumah penyelenggaraan lomba bidar mini dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten OI ke-14 tahun 2018. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Penyelenggaraan lomba bidar mini dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Ogan Ilir (OI) ke-14, berlangsung selama dua hari 11-12 Januari di lintasan sungai kelekar Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten OI.

Kegiatan ini dijadikan sebagai langkah awal (pilot project) pengembangan destinasi wisata air yang bertajuk "Ayo ke Burai".

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam sesaat sesudah membuka kegiatan lomba bidar mini, Kamis (11/1) di Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu.

Dijelaskan Bupati OI, awalnya Desa Burai beberapa tahun silam sulit dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, dan hanya bisa dilalui jalur sungai seperti perahu dan lain sebagainya.

Saat ini mulai berbenah, bahkan Desa ini akan "dijual". Dimulai dengan dibangunnya jalan cor beton lebih kurang tiga tahun lalu, Desa ini mulai terbuka, dan perlahan tapi pasti, Desa ini akan menjadi Destinasi wisata yang pastinya akan menarik minat warga luar Ogan Ilir untuk berkunjung kesini.

"Desa Burai ini akan dijadikan wisata air, kita punya semboyan "Ayo Kita Ke Burai", saya berharap kedepannya Desa ini dapat dijual ke masyarakat luas," ujar Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dalam sambutannya membuka lomba bidar mini, Kamis (11/1).

Untuk terjualnya Desa ini, disebutkan Ilyas pastinya memiliki syarat yang harus ada pada masyarakat Desa Burai.

"Syaratnya harus aman desanya, kalau gak aman, orang tak mau datang, walaupun wisatanya bagus," paparnya.

Selain itu, ia menambahkan masyarakat setempat harus bersikap ramah, harus ada berbagai macam kuliner dan oleh-oleh yang banyak.

"Kalau sudah begini, baru bisa kita jual Desanya, dan yang paling utama pokoknya harus aman," sebut Ilyas.

Halaman
12
Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help