Pemilihan Walikota Pagaralam

Tak Dapat Parpol, Novirzah Djazuli Tempuh Jalur Independen

Hal ini sekaligus memastikan kalau tidak ada istilah Cerita Lama Bersemi Kembali (CLBK) antara dirinya dengan Walikota Pagaralam yakni Hj Ida

Tak Dapat Parpol, Novirzah Djazuli Tempuh Jalur Independen
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam Novirzah Djazuli-H Suharindi saat menyerahkan berkas dukungan ke KPUD Kota Pagaralam, Sabtu (25/11/2017). 

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Wakil Walikota Pagaralam Novirzah Djazuli akhirnya memilih jalur perseorangan (independen) pada Pilkada Kota Pagaralam 2018 mendatang.

Hal ini sekaligus memastikan kalau tidak ada istilah Cerita Lama Bersemi Kembali (CLBK) antara dirinya dengan Walikota Pagaralam yakni Hj Ida Fitriati Basjuni yang juga akan maju sebagai Cawako Pagaralam periode 2018-2023.

Sebelumya Novirzah pernah mengikuti proses penjaringan balon Walikota dan Wakil Walikota di sejumlah partai, namun di saat yang bersamaan dirinya sudah menyatakan kalaupun tidak mendapat dukungan dari partai maka dirinya akan maju sebagai calon perseorangan.

Pantauan Sripoku.com, Sabtu (25/11/2017), putra mantan Walikota Pagaralam priode 2004-2013, H Djazuli Kuris ini menyerahkan berkas dukungan ke KPUD Kota Pagaralam didampingi oleh pasanganya yakni H Suharindi yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Sumsel dan pernah menjadi kandidat Cawako pada pilkada 2013 lalu bahkan sang ayah dari Novirzah Djazuli Kuris turut menghantar dan mendampingi pasangan Novirzah-Suharindi.

Pasangan Bakal Calon Walikota Pagaralam Novirzah Djazuli-Suharindi menjadi pasangan yang pertama datang ke KPUD Kota Pagaralam untuk menyerahkan berkas dukungan sebagai calon perseorangan pada Pilkada Kota Pagaralam tahun 2018.

Kedatangan pasangan Novirzah-Suharindi diiringi oleh ratusan masa pendukung.

Dalam kesempatan bicaranya, H Djazuli Kuris mengatakan bahwa sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan KPU hari ini pasangan Novirzah-Suharindi menyerahkan 14.850 bukti dukungan ke KPUD Kota Pagaralam.

"Jumlah tersebut merupakan jumlah dukungan yang tersebar di lima kecamatan Kota Pagaralam," katanya.

Sementara Ketua KPUD Kota Pagaralam Yenli Elmanoferi mengatakan sesuai dengan peraturan KPU RI Nomor 14 tahun 2017 memang hari 25-29 merupakan tahapan bagi calon perseorangan untuk menyerahkan berkas dukungan untuk dilakukan verifikasi administrasi kemudian dilanjutkan verifikasi faktual.

"Setiap kandidat ataupun pasangan balon yang mengikuti pencalonan melalui jalur independent minimal harus menyerahkan 10.452 bukti dukungan atau 50 persen yang tersebar di lima kecamatan Kota Pagaralam," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved