Driver Go Car Ini Masuk Jebakan Betmen di Bandara SMB II Palembang, Apa yang Terjadi Selanjutnya

Driver online Go Car ini terpaksa mengendarai mobil dengan empat ban yang kempes keluar area Bandara Internasional SMB II Palembang.

Driver Go Car Ini Masuk Jebakan Betmen di Bandara SMB II Palembang,  Apa yang Terjadi Selanjutnya
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Mobil Go Car yang dikendarai Iqbal dengan kondisi ban kempes ketika keluar dari area Bandara SMB II Palembang, Kamis (26/10/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Iqbal, seorang driver taksi online, hanya bisa pasrah melihat empat ban mobilnya kempes.

Iqbal, driver online dari Go Car ini pun terpaksa mengendarai mobil dengan empat ban yang kempes keluar area Bandara International SMB II Palembang, Kamis (26/10/2017).

Dari pantauan Sripoku.com, tampak mobil Iqbal yakni Toyota Avanza warna hitam dengan nopol B 1872 SIA menjadi tontonan pengendara lain yang lalu-lalang ke arah bandara.

Iqbal memaksakan menjalani mobilnya meskipun dengan empat ban yang kempes.

"Nggak apa-apa (ban kempes) yang penting saya selamat. Ban kempes tidak apa-apa, karena waktu di bandara tadi diancam mau dipecahkan kaca mobil," ujar Iqbal.

Iqbal mengaku dijebak oleh taksi konvesional yang ada di bandara, atau istilahnya jebakan betmen. Ketika itu Iqbal memang sedang mengantar penumpang ke bandara. Namun saat akan keluar bandara, Iqbal mengaku lupa melakukan nonaktikan aplikasinya dan tiba-tiba menerima order masuk.

Iqbal pun kemudian menelpon si pengorder untuk melakukan pembatalan karena tidak menerima order. Namun si pengorder membujuk rayu Iqbal untuk tetap menerima order dan diminta ke minimarket yang ada di bandara.

"Saya telpon untuk pembatalan. Tapi yang ditelon mengaku dari Jogja dan minta diantar. Katanya main film saja, itu istilah agar tidak ketahuan. Waktu sampai di minimarket bandara itu saya tiba-tiba sudah dikepung sopir taksi lainnya dan diminta keluar mobil," ujarnya.

Merasa bersalah karena memasuki kawasan zona merah, Iqbal pun mengaku bersalah dan dibawa ke pos yang ada di bandara untuk mengakui perbuatannya yang memang salah.

"Saya memang salah, tapi mengapa ban mobil saya dikempesin. Saya sudah melapor ke pos, tapi sama sekali tidak ditanggapi. Bahkan saya sempat diancam, kaca mobil akan dipecahkan. Maka itu saya keluar jalan dengan ban kempes," ujar Iqbal.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help