SriwijayaPost/

Inspirasi

Angkat Derajat Cendol, Danu Sofwan Berguru Cendol hingga ke Pelosok Daerah

Radja Cendol ini dikenal sebagai salah gerai cendol terbanyak di Indonesia. Ada lebih dari 700 gerai Radja Cendol dengan sistem waralaba

Angkat Derajat Cendol, Danu Sofwan Berguru Cendol hingga ke Pelosok Daerah
Wikipedia
Danu Sofwan pendiri gerai minuman waralaba Radja Cendol. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Radja Cendol ini dikenal sebagai salah gerai cendol terbanyak di Indonesia. Ada lebih dari 700 gerai Radja Cendol dengan sistem waralaba yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam sehari Radja Cendol mendistribusikan 10.000 gelas cendol ke konsumen.

Berita Lainnya:  Kasihan, Tiap Hari Penjual Cendol ini Diperas Preman Sampai Untuk Makan Saja Tak Punya Uang

Suksesnya Radja Cendol tak lain karena tangan pengusaha Danu Sofwan (30). Usaha merintis bisnis cendol Danu menjadi ide segar di tengah maraknya bisnis minuman dari luar negeri. Namun Danu tak membangun bisnisnya dengan mudah semua dilakukan dari nol.

Terlebih Radja Cendol bisa jadi pertaruhan Danu, usai gagal membangun 10 bisnis sebelum Radja Cendol.

"Ketika saya membuat konsep Randol, saya yakin ini akan menjadi sesuatu. Saya optimis ini akan menjadi sesuatu yang disukai masyarakat," kata Danu saat diwawancara KompasTravel, Jumat (29/9/2017).

Sebelum merintis usaha cendol di tahun 2013, Danu tentunya melakukan riset. Ia mengatakan penting untuk membuat cita rasa cendol yang baik. Jika tidak produknya akan berada di bawah ekspektasi konsumen.

"Saya memulai bisnis ini dengan zero capital (modal nol). Saya membangun Randol dengan cara mencicil. Awalnya saya mencari pembuat cendol di Jakarta dan Bogor tetapi banyak yang bilang penghasil cendol ada di daerah Jawa," kata Danu.

Dengan uang yang minim Rp 300.000, Danu akhirnya nekat melakukan perjalanan mencari para pembuat cendol terbaik. Awal perjalanan ia naik kendaraan umum agar sampai ke Banyumas. Di sana terlihat titik terang, yakni para pedagang cendol yang menjamur.

"Di tepi sawah saya lihat banyak pedagang cendol, saya hampiri satu-satu. Saya tanya-tanya resepnya seperti apa. Cara pembuatan seperti apa. Saat itu saya bilang, saya ada tugas kampus. Mereka sangat terbuka dan memberi tahu cara pembuatan cendol, saya catat semua," tuturnya.

Dari Banyumas, Danu kemudian menuju ke Pekalonggan yang juga terkenal dengan para pembuat cendol andal yang sukses di Bandung. Terakhis Danu pergi ke Lampung untuk belajar cendol.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help