Indahnya Hidup Bertetangga Selama Ramadan, Ini Tips dan yang Harus Dilakukan

MARHABAN ya Ramadan. Bulan suci nan penuh berkah, bulan dimana umat Islam diwajibkan berpuasa. Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan istilah "ash-shi

Editor: Bedjo
bukitsoeryoresidence.blogspot.com
Ilustrasi - Hidup Bertetangga. 

Oleh: H. Hendra Zainuddin. M.Pd.I
(Pimpinan/Pengasuh Pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Palembang)

SRIPOKU.COM - MARHABAN ya Ramadan. Bulan suci nan penuh berkah, bulan dimana umat Islam diwajibkan berpuasa. Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan istilah "ash-shiyam" atau "shaum" yang bermakna "menahan", "berhenti", atau "tidak bergerak".

Dalam istilah fiqh, puasa berarti menahan diri sepanjang hari dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu. Yang dimaksud menahan di sini adalah menahan diri segala suatu yang menyebabkan batalnya puasa bagi orang Islam yang berakal, sehat, dan suci dari haid dan nifas bagi muslimah.

Menurut syariat Islam, puasa juga dapat diartikan menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.

Berita Lainnya:
Kumpulan 21 Kisah Lucu MUKIDI yang Bisa Membuat Anda Tertawa Terpingkal-pingkal

Baca: Tolak Menjadi Pacar, Gadis Ini Dipaksa Melakukan Itu dengan Mulutnya, Beruntung Ia Melakukan Ini

Takwa merupakan tujuan akhir bagi orang yang berpuasa di bulan suci Ramadhan (QS. al-Baqarah: 183). Manifestasi ketakwaan ini dapat terlihat dari sikap saling sayang menyayangi antar manusia, termasuk jiron tetangga.

Sudah menjadi pemandangan umum dalam masyarakat kita terdapat tradisi ketika berada di bulan suci Ramadhan antar tetangga saling memberikan takjil berbuka puasa atau kita sebut “ngantar bukoan”.

Hal ini disebabkan manusia merupakan makhluk sosial (hablum minnas) yang tidak dapat hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan manusia lainnya.

Maka, kehadiran "jiron tetanggo" dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan.

Dalam berinteraksi dengan tetangga tentu ada adab (sopan santun)-nya.

Di antaranya; pertama, menghormati tetangga dan berperilaku baik terhadap mereka. Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Abu Hurairah ra, bahwasa Rasulullah Saw bersabda; “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq 'alaih).

Kedua, bangunan rumah kita jangan mengganggu tetangga.

Usahakan semaksimal mungkin untuk tidak menghalangi mereka mendapatkan sinar matahari atau udara.

Kita juga tidak boleh melampaui batas tanah milik tetangga kita, baik dengan merusak ataupun mengubahnya, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaan mereka.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved