Pemkab OKI Masih Menunggak Pencairan Uang Makan Guru Bulan Januari-Maret 2017

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI masih nunggak untuk Januari-Maret 2017, karena rencananya akan dibayar April mendatang, Minggu (19/3/2017).

Pemkab OKI Masih Menunggak Pencairan Uang Makan Guru Bulan Januari-Maret 2017
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Uang makan untuk ribuan guru di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memang telah cair, namun untuk periode September-Desember 2016 lalu.

Pemerintah Kabupaten OKI masih menunggak untuk Januari-Maret 2017, karena rencananya akan dibayar April mendatang, Minggu (19/3/2017).

"Tunggakan uang makan empat bulan di tahun lalu sudah kami bayar pekan kemarin melalui UPTD Pendidikan di masing-masing kecamatan," ungkap Kepala Dinas Pendidikan OKI Drs H Zulkarnain MM melalui Sekretaris Dinas Husni SPdI kepada wartawan.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk uang makan di bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2017 ini, rencananya akan dibayarkan pada awal bulan April 2017 sehingga statusnya masih nunggak.

"Kami harus menghitung dulu absensi dari guru-guru di setiap sekolah sesuai dengan ketentuan uang makan bagi guru sebesar Rp 15 ribu perhari, selanjutnya baru kita ajukan ke DPPKAD," katanya.

Sempat sebelumnya, ribuan guru di OKI mengeluh karena uang makan mereka selama 6 bulan belum dibayarkan terhitung sejak September-Desember 2016 serta Januari-Februari 2017

Sebelumnya, Eko Sugiarto selaku Bendahara Pengeluaran Dinas mengungkapkan, agar guru PNS yang ada di kabupaten tersebut untuk bersabar menunggu pencairan uang makan.

 Menurutnya, uang makan untuk seluruh guru PNS di daerah tersebut merupakan tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja.

Tertundanya pembayaran uang makan tersebut katanya, karena ada selisih di perhitungan awal sekitar Rp 480 juta.

Eko menjelaskan, adapun rincian jumlah guru di Kabupaten OKI untuk TK/SD 3911 guru, SMP sebanyak 915, SMA 587 guru. "Kita berharap permasalahan ini tidak terulang lagi ke depan," janjinya.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help