Terancam, Tol Bangil-Rembang Tak Bisa Difungsikan

Masih diblokadenya Tol Gempol-Pasuruan ruas Bangil-Rembang hingga hari ini, memaksa PT Transmarga Jatim Pasuruan menunda fungsionalisasi jalan sepanja

Terancam, Tol Bangil-Rembang Tak Bisa Difungsikan
http://properti.kompas.com/KRISTIANTO PURNOMO
Warga menutup akses jalan tol ruas Bangil - Rembang, Jawa Timur, Rabu (29/06/2016). Penutupan ini terkait sengketa pembebasan lahan. 

SRIPOKU.COM , REMBANG - Masih diblokadenya Tol Gempol-Pasuruan ruas Bangil-Rembang hingga hari ini, memaksa PT Transmarga Jatim Pasuruan menunda fungsionalisasi jalan sepanjang 7 kilometer ini untuk jalur mudik dan balik Lebaran 2016.

Berita Lainnya: Lebaran 2016, Tol Terbanggi Besar-Bakauheni Batal Difungsikan

Menurut Humas PT Transmarga Jatim Pasuruan, Rudi Purwanto, blokade tersbut tidak mungkin dibuka paksa. Karena itu, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Kepolisian setempat.

"Kami tidak bisa memastikan apakah ruas ini bisa dibuka atau tidak, karena masih terkendala blokade warga," ujar Rudi kepada Tim Merapah Trans Jawa Kompas.com, Kamis (30/6/2016).

Lebih lanjut Rudi mengatakan, kendati urusan pembebasan lahan merupakan domain pemerintah, namun PT Transmarga Jatim Pasuruan tetap akan menggunakan pendekatan persuasif terhadap warga pemblokir jalan.

Sementara itu, Lutfi Musyaqqir, warga pemilik lahan seluas 8 hektar yang ikut memblokir ruas Bangil-Rembang menyatakan tidak akan membuka blokade hingga hak-haknya dipenuhi.

Baca: Warga Blokade Ruas Bangil-Rembang

"Kemarin polisi-polisi mendatangi saya. Tapi saya tetap teguh mempertahankan blokade ini. Karena hingga sekarang saya belum dibayar sepeser pun," ungkap Lutfi.

Dia menuturkan, lahan seluas 8 hektar miliknya punya bukti kepemilikan berupa girik, dan Akta Jual Beli (AJB).

Kasus sengketa lahan ini, kata Lutfi, berlarut-larut. Terjadi sejak 1994 saat PT Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIR) tanpa seizin warga pemilik lahan di dua kecamatan Rembang dan Kraton menjualnya kepada pemerintah.

Namun, Lutfi tidak menuntut PIR. Dia menuntut PT Transmarga Jatim Pasuruan yang dituding lalai dalam klarifikasi bukti-bukti pertanahan milik warga.

"Jadi, sampai kapan pun, saya akan tetap mempertahankan hak saya. Kalau mau ruas tol ini dibuka, penuhi dulu hak saya," pungkas Lutfi.

Penulis : Hilda B Alexander

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved