Mutiara Ramadan
Andai Pelangi Hitam dan Putih
AKANKAH kita mendongakkan kepala ke angkasa saat kita tahu bahwa pelangi hitam dan putih saja warnanya? Pernahkah terbersit dalam benak kita jika tiap
Izzah Zen Syukri
Manager Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang/Dosen FKIP Universitas Sriwijaya
SRIPOKU.COM - AKANKAH kita mendongakkan kepala ke angkasa saat kita tahu bahwa pelangi hitam dan putih saja warnanya? Pernahkah terbersit dalam benak kita jika tiap negara tak berbeda panoramanya, adat istiadatnya, juga budayanya. Tak ada kompetisi dan saling mengisi jika dunia ini datar-datar saja, tanpa beda.
Berita Lainnya: Jadila
Saudaraku, pelangi tampak indah karena aneka warnanya. Pelangi mempesona karena tak hanya sisi hitam dan putih saja. Begitupun dengan manusia. Dunia jadi punya beragam cerita karena kita diciptakan berbeda. Allah berfirman di dalam Al-quran "Ya ayyuhannaasu inna kholaqnaakum min dzakarin wa untsa waja'alnaakum syu-ubaw wa qobaaila li ta'aarofuu. Inna akromakum indallahi atqookum -Wahai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa" (Alquran surat Alhujurat, ayat 13).
Allah menjadikan beragam umat, bangsa, budaya agar satu dengan lainnya saling kenal. Ketika sudah kenal akan saling cinta. Saat cinta bersemayam, yang muncul adalah sikap menghargai, menghormati, dan saling membutuhkan. The Goodyear Tire and Rubber Company yang berpusat di Amerika, misalnya, merupakan pabrik ban terbesar dan disegani dunia. Akan tetapi, negara adidaya ini tidak lantas menepuk dada karena tanaman karet enggan tumbuh di negara mereka. Mereka membutuhkan bahan bakunya yang dihasilkan dari bumi Indonesia.
Kurma yang merupakan panganan terbaik berbuka puasa dan mendapatkan nilai sunnah Rasulullah bagi yang mengkonsumsinya, tidak serta merta tumbuh dan berbuah di negara yang kata Koes Plus tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Bagaimanapun suburnya Indonesia, bangsanya tetap membutuhkan uluran tangan bangsa lain, bukan?
Hubungan antar-manusia, antar-lembaga, antar-suku, antar-bangsa, bahkan antar-negara dijalin untuk kebutuhan hidup manusia. Saling mengisi, saling memberi, dan saling peduli tidak pernah terbatas pada hitungan warna kulit, budaya, maupun agama. Inilah kandungan ayat yang menganjurkan lita'aarofuu.
Satu hal yang perlu diberi garis tebal adalah ujung ayat ini, yaitu orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling takwa. Apakah orang yang paling takwa menanyakan KTP dulu, baru menolong korban yang terkena kecelakaan lalu lintas. Apakah orang takwa itu membuka status agama nenek yang akan menyeberang tertatih-tatih, baru mau menolongnya setelah tahu sang nenek satu agama dengannya? Agama tidak sekerdil itu, sobat.
Alkisah, Imam Ghazali membiarkan lalat yang haus menghisap tintanya saat ia sedang mengarang kitab. Dibiarkannya lalat itu terlepas dari dahaga. Yang demikian ini konon yang menghantarkan imam yang tawadhuk ini menuju keridhoan ilahi. Jika menolong lalat saja mendapat rahmat Allah, apatah lagi menebar rahmat bagi semesta, terutama manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/empat-pelangi-membentang-di-atas-kota-new-york_20150425_031928.jpg)