Jika Digoreng Serat Tempe Menghitam
Memang beda dengan tempe yang murni berbahan kedelai yang rasanya lebih gurih dan lezat
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Di kalangan masyarakat mengenai beredarnya tempe kedelai dicampur ampas kelapa dalam pembuatannya, menuai pro dan kontra di masyarakat sebagai konsumen.
Ada yang menilai tempe kedelai dicampur ampas kelapa, sebagai langkah kreatif inovatif dalam mengembangkan usaha tempe kedelai. Namun ada pula yang menilai tempe dicampur ampas kelapa merugikan masyarakat.
"Rasanya biasa saja dan tidak ada yang beda. Memang warna tempe yang dicampur ampas kelapa, sebelum digoreng warna serat tempe sedikit hitam. Tapi setelah digoreng, tempenya tetap gurih.
Memang beda dengan tempe yang murni berbahan kedelai yang rasanya lebih gurih dan lezat," ujar Tina, warga Perumnas yang telah mencoba tempe dicampur ampas kelapa.
BACA JUGA: Tempe "Palsu" Campuran Kedelai dan Ampas Kelapa Beredar di Palembang
Berbeda dengan Tina, Lisa warga KM 12 Palembang mengakui, tempe kedelai dicampur ampas kelapa yang dijual pedagang, ragu untuk dibelinya. Dikarenakan ampas kelapa tidak layak untuk dikonsumsi kembali sebagai bahan makanan.
Namun beruntung sejumlah pedagang tempe di pasar-pasar tradisional jujur membedakan tempe yang murni kedelai dengan tempe yang dicampur ampas kelapa.
"Saya ragu saja dan tidak mau beli tempe yang dicampur ampas kelapa. Mungkin tidak baik bagi kesehatan kita jika mengkonsumsi ampas kelapa. Karena kelapa parut jika sudah diambil santannya, parutan kelapa itu tidak baik untuk dikonsumsi," ujarnya. (cr5/bew)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-tempe-goreng_20150901_074549.jpg)