Warga-Sopir BRU Nyaris Bentrok
Sejumlah sopir yang ngotot ingin tetap masuk ke lokasi penambangan nyaris terlibat baku hantam dengan warga setempat.
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Sudarwan
Sejumlah sopir yang ngotot ingin tetap masuk ke lokasi penambangan nyaris terlibat baku hantam dengan warga setempat.
Informasi yang dihimpun Sripoku.com di lapangan, Senin (20/5/2013), sekitar pukul 08.30 sejumlah sopir mencoba menerobos masuk, meski warga memasang tenda di tengah jalan.
Akibatnya, dump truck mereka nyangkut dan tak bisa lewat. Diduga kesal, salah seorang sopir memaksa agar tenda dibongkar dan mengancam akan menghancurkan tenda tersebut.
"Aku bilang dak bisa bongkar karena cuma ada aku sendiri di sini. Sopir itu tak terima. Saat itu, salah seorang sopir lain merangkul aku. Kukira dia mau baik-baik, nggak taunya dia langsung banting dan terjang aku sampai jatuh dan aku diinjak-injak" ungkap Bonjes (22), salah seorang warga setempat.
Karena suasana di lokasi sepi, kata Bonjes, dia tak sanggup melawan. Untunglah ada salah seorang sopir yang melerai dan membawa kawan-kawannya pergi dari lokasi. Sementara dia sendiri kemudian ditolong oleh warga yang kemudian datang kelokasi, mendengar ada keributan tersebut.
Seperti diberitakan, sejak Minggu (19/5/2013), warga RT1 dan RT3 Kelurahan Sumberagung Kecamatan Lubuklinggau Utara I, melarang dump truck pengangkut tambang galian C milik PT BRU melintasi wilayah mereka dengan cara mendirikan tenda ditengah jalan supaya kendaraan tak bisa lewat.
Aksi dilakukan karena aktivitas pengangkutan galian C tersebut meresahkan warga.