Habsah dan Fatimah Pingsan
Peristiwa kebakaran yang menimpa rumah di pinggir Jalan Letnan Murod menyebakan dua perempuan, Habsah dan Fatimah pingsan.
Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Habsah (60) dan saudaranya Fatimah pingsan setelah melihat rumahnya yang terletak di pinggir Jalan Letnan Murod No 499 RT 8 RW 7 Talangratu KM 5 Palembang ludes terbakar, Kamis (26/7/2012) sekitar pukul 10.30.
Kedua ibu-ibu keturunan India ini duduk dan tiduran di pangkuan anak-anak dan keponakan mereka di tempat penampungan Masjid Asa'adah yang berada di seberang jalan rumah yang terbakar.
Salah seorang saksi, Amri (59) penjaga masjid mengetahui api sebelum pukul 11.00. Menurutnya, dalam satu komplek yang merupakan rumah yang masih satu keluarga besar H Musa terdapat ada tiga rumah delapan KK (Kepala Keluarga).
"Tidak tahu dari mana (api). Habis semua. Mimpi apa. Ya, kami selamat semua. Cuma rumah habis terbakar. Aku tidak kena, rumah Habsah yang kena dan ada empat keluarga di situ yang kenao," kata Fatimah yang matanya berlinang air mata.
Beberapa orang yang terlihat masih keluarga meminta wartawan untuk tidak mewawancarai dan memfoto keluarga korban kebakaran yang sedang lemas di dalam masjid. Begitu juga anak-anak diminta tidak terlalu mendekat mengkerubuti Fatimah dan Habsah.
"Kami lagi kena musibah, tolong jangan difoto-foto. Jadilah kalau mau foto sekali saja. Orang lagi syok," ujar seorang wanita muda berjilbab.
Pada saat kebakaran yang mulai terlihat sekitar pukul 10.30 terdapat tiga orang di dalamnya. Seseorang bernama Mirza sempat pingsan, dan dua lagi sibuk mengungsikan barang.
"Mereka ini komplek satu keluarga besar Palembang India. Ada tiga rumah. Yang terbakar yang di depan ditempati Habsah. Sedangkan rumah di belakangnya Fatimah dan Nabisu beruntung tidak terbakar karena anginnya ke jalan," kata Dulah.
Rumah berkumpul kakak beradik keturunan almarhum H Musa ini sehari-harinya di depan dijadikan tempat usaha berjualan makanan, martabak India dan B PRO Entertainmen Production House. Tertera spanduk sebagai tempat pendaftaran audisi artis sinetron Palembang. Kemudian sebagai tempat kursus pelatihan akting, modeling, tari, musik, mc/vocal.
Sekitar pukul 11.00 api mulai berkobar ditiup angin kencang melalap genting dan seng atap rumah tua ini. Warga sekitar Palimo ini pun 'siru' ada yang berduyun-duyun mengambil air ala kadarnya menggunakan gayung. Ada yang mengeluarkan selang, namun air yang keluar terlihat kecil.
Sementara tetangga sebelah kiri korban, H Siruzi pensiunan Pertamina diminta warga untuk segera mengeluarkan dua mobilnya yang masih berada di luar. "Cepatlah keluarkan mobil itu, nanti meledak," seru warga yang langsung dengan tanggap mobil di keluarkan.
Barulah pukul 11.30 enam unit PBK tiba dan hanya tempo 10 menit api yang sudah melahap bangunan berhasil dipadamkan. Lokasi yang hanya 200 meter dari pangkal Palimo memudahkan kendaraan PBK leluasa masuk.
Sinta (40), cucu H Musa sempat panik mencari keponakannya Fahri yang dititipkan dengan saudaranya. Ade Permana (22), tetangga sebelah kanan korban mengaku bersama warga berduyun-duyun menyiram air agar jangan sampai melebar ke bangunan yang lain.
"Api itu mulainya sekitar pukul 10.30. Mula api di bangunan sini, dapur karena ada kompor mungkin bekas sahuran.
