Tiga Maling Tewas Dihakimi Massa
Tiga orang dari lima tersangka diduga hendak maling alat tower salah satu operator seluler tewas dihakimi massa.
Tayang:
Penulis: Tarso | Editor: Vanda Rosetiati
SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Tiga orang dari lima
tersangka diduga hendak maling alat tower salah satu operator seluler di
Desa Payaraman Kecamatan Payaraman Kabuapaten Ogan Ilir (OI) tewas
dihakimi massa, Rabu (29/11/2011) dini hari. Dua orang lagi sempat sekarat
dan masih menjalani perawatan di ruang UGD Puskesmas Tanjungbatu OI.
Informasi
yang dihimpun Sripoku.com, di Puskesmas Tanjungbatu diketahui tiga orang
yang meninggal dunia bernama Cecep sekitar 40 tahun bin M Mursid dan
Harpiza (23) bin Jumena, masing-masing warga Kampung I Desa Rantau Bayur
Kecamatan Rantau Bayur kabupaten Banyuasin (BA). Dan satu lagi belum
diketahui namanya berusia antara 35 sampai 40 tahun dari Desa Alay
Kecamatan Gelumbang Muaraenim. Ketiga jenazah orang
ini masih disemayamkan di Puskesmas Tanjungbatu.
Sedangkan
dua orang yang masih hidup dan dirawat di Puskesmas diketahui bernama
Jeki (25) bin Jumena kakak Harpiza dan Suryadi alias Ito, Kadus Kampung I
Desa Rantau Bayur Banyuasin.
Mereka yang meninggal dunia rata-rata mengalami luka bacok di kepala, memar di mata dan sejumlah luka robek di tangan dan kaki. Begitu juga kedua orang yang masih hidup mengalami luka bacok di kepala dan memar di bagian muka dan mulut serta kening.
Sumber di Puskesmas Tanjungbatu menyebutkan kelima orang ini diantar mobil patroli polisi dan warga Payaraman sekitar 15 Km dari Tanjung Batu dengan tiga mobil, Rabu (29/11) pukul 03.45. Ketika diantar ke Puskesmas tiga orang sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Mereka ini
dihakimi massa diduga hendak melakukan pencurian alat tower di
Payaraman, sekitar pukul 00.30 dini
hari. Menurut warga, kelima orang ini naik mobil Toyota Avanza silver
hitam B 8806 tioak ingat nomor serinya. Kepada warga mereka mengaku
akan melakukan pengecekan dan perbaikan di tower tersebut. Tapi warga
menanyakan surat perintah dan mereka tidak bisa menunjukkannya. Warga
semakin curiga sehingga mengamankan mereka dan mobilnya. para tersangka
yang dalam mobil disuruh keluar.
Sementara ada dua orang yang di luar mobil diakui warga sudah berusaha masuk areal tower bahkan naik tower.
Warga
kemudian menelpon operator seluler pemilik tower di Palembang yang
dijawab tidak ada petugas yang diperintahkan untuk melakukan pebaikan.
Mengetahui hal itu, warga kembali menginterogasi para tersangka karena
berbohong warga kesal sehingga para tersangka dihakimi massa dan
mobilnya dibakar.
Jeki, salah satu tersangka yang masih hidup kepada Sripoku mengakui dirinya tidak tahu menahu rencana akan maling karena waktu berangkat mereka berempat diajak Cecep, pemilik mobil tujuan PT R6B di Gelumbang. Kemudian setelah itu menjemput Mr X di desa Alay Gelumbang.
"Aku ikut saja
tidak tahu kalau mereka mau maling," jelas Jeki seraya mengaku Cecep itu
memiliki kartu Pers MPK (Media Pemberantas Korupsi).
Menurut Jeki, waktu kejadian itu, dirinya dalam mobil disuruh massa keluar dan diikat lalu hakimi tanpa banyak tanya.
Kepala Puskesmas Tanjungbatu Eliyana SKM, membenarkan pihaknya telah menerima serahan tiga mayat yang mengalami luka-luka bacok dan memar serta dua orang yang masih hidup dalam keadaan luka serius di kepala, muka dan kaki.
"Mereka ini dibawa ke Puskesmas jam 03.30
dalam keadaan tiga orang sudah meninggal dunia, lalu mayatnya kami
bersihkan dan divisum," kata Elyana seraya menambahkan Puskesmas masih
menunggu keputusan polisi mengenai
mayat tersebut. Menurut Elyana, selama menjabat kepala Puskesmas
Tanjungbatu, dirinya baru kali ini menerima serahan mayat oprang dengan
luka mengenaskan diduga maling yang dihakimi massa.
" Sejak tadi malam sampai siang ini kami masih terus mengurus mayat dan merawat dua orang yang masih hidup," jelasnya.