Wariskan Zikir Syahadat
Masagus Kiai H Abdul Hamid atau Kiai Marogan Ulama ternyata mewariskan zikir syahadat yang menjadi pengobat hati dan wisata rohani
Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masagus Kiai H Abdul Hamid atau yang populer disebut Kiai Marogan Ulama ternyata mewariskan zikir syahadat yang bisa menjadi pengobat hati dan wisata rohani bagi para pengamalnya.
"Zikir syahadat itu berbunyi La ilahu illallahu malikul haqqul mubin muhammadun rasullah sadiqul wa'dul amin. Dalam hadits dari Syaidina Ali RA disebutkan barang siapa setiap hari membaca 100 kali zikir ini maka ia akan aman dari kefakiran dan jadi kaya, tenang di dalam kubur dan mengetuk pintu surga," ungkap ustad Fauzan Yayan SQ dalam seminar dan napak tilas Kiai Marogan 1811-1901 dalam rangka memperingati 1 Muharam 1433 H, Minggu (27/11/2011).
Dijelaskan Yayan, zikir merupakan salah satu media taqoruh ilallah yang disusun Rasullah hingga turun temurun kepada para ulama. Nahkan tulisan kaligrafi zikir syahadat ini tertera di depan makam Nabi Muhammad SAW (raudhah).
"Kiai Marogan ini dulunya merupakan saudagar kaya raya, pengusaha kayu seperti tokoh kita di Palembang ini H Halim. Ia memiliki harta, dibangunkan masjid Kiai Marogan dan Lawang Kidul. Tanahnya untuk tempat tinggal zuriat dan pekuburan (gubah) zuriat. Saya pernah ditegur orang chinese di Palembang. Katanya kalau saya keturunan Kiai Marogan dak boleh buntung (miskin) karena setahu mereka Kiai Marogan itu punya amalan untuk jadi kaya (zikir syahadat). Kalau dak biso cak itu, ado yang salah yang dak dijalani," ujar Yayan yang merupakan keturunan keempat dari Kiai Marogan.
Kiai Marogan ini ulama yang mengusai ilmu falak, ilmu fiqih dan ilmu zikir (tarekat). Ia belajar di Mekkah dengan Syech Abdush Shomad A Falimbani. Ia sempat di Mekkah membangun pemondokan para musafir, jemah haji, kiai-kia yang hendak belajar.
"Ini momentum tahun baru hijriah. Kita napak nilas Kiai Marogan yang hijrah dari Mekkah ke Palembang agar lebih yakin, taat dan mentauladaninya," tandasnya.
Yayasan Kiai Marogan dan Rumah Tahfiz Qurannya juga menggelar hapalan surah Arrahman uang diikuti 150 peserta dari Prabumulih, Muba, OKI dipandu usatd Yayan dan ustad Farid Wajdi LC MA.